Kota Penghubung Rawan Sebagai Pintu Masuk ISIS

Masyarakat Surabaya dan Batam cemas dengan maraknya penyebaran radikal ideologi ISIS.

2015.03.13
Share on WhatsApp
Share on WhatsApp
150313_BATAM_SURABAYA_RAWAN_ISIS_700_MARCH2015.jpg Bendera ISIS yang terlihat disebuah rumah yang dihuni oleh tersangka teroris di Ngawi, Jawa Timur, diturunkan pada tanggal 8 Agustus, 2014
BenarNews

Dua kota penghubung cemas dengan masuknya ideologi the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, Masduki Toha, menyatakan bahwa Kota Surabaya sudah berada dalam keadaan darurat karena semakin banyaknya warga kota tersebut yang berangkat Iraq dan Suriah untuk bergabung bersama ISIS.

“Saya menghimbau kepada Walikota Surabaya untuk segera mengumpulkan seluruh elemen masyarakat dan tokoh agama sebagai upaya preventif terhadap gerakan radikal ISIS yang sudah masuk ke Kota Surabaya,” katanya seperti dikutip oleh Portal Beritajatim.

Lokal komuniti di Batam yang tergabung dalam Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Provinsi Kepulauan Riau mengatakan hal yang sama.

"Batam merupakan daerah transit dan tidak mustahil menjadi pintu masuk penyebar ISIS," kata Ketua Pelita Didi Suryadi, seperti dikutip oleh AntaraNews tanggal 12 Maret.

Didi menambahkan sebagai daerah penghubung Batam sangat terbuka bagi berbagai macam aliran agama, budaya dan ras.

Ia berkata bahwa meskipun sampai sekarang belum ada aksi nyata atau kekerasan yang dilakukan atas nama pendukung ISIS, tetapi benih-benih gerakan dan kegiatan mereka sudah mulai terlihat, ini juga berpotensi untuk membesar.

"Benih itu bisa jadi ada. Dengan adanya kenakalan remaja di geng motor menandakan mereka nyaris kehilangan identitas, mudah sekali disusupi," kata dia.

Pengamat dan ulama berbicara

Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Akh Muzakki juga menegaskan pengaruh ISIS di beberapa kota penghubung seperti Surabaya dan Batam.

"Dalam kajian sosiologi, kondisi ini menimbulkan keterpurukan sosial yang erat dengan ekonomi," katanya seperti dikutip oleh Portal Tribunnews tanggal 12 Maret.

Muzakki berkata bahwa keterpurukan ekonomi seringkali menyebabkan masyarakat tidak bisa berpikir jernih.

Faktor lain menurut Muzakki adalah banyaknya pekerja migran.

"Negara ini menjadi hub untuk ke Timur Tengah," tambahnya.

Muzakki berkata bahwa pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan penegakkan hukum untuk menindak radikalisme semacam ini, tetapi harus merangkul ormas-ormas yang ada di dalam masyarakat.

Peran Pemda

Dengan memahami situasi yang sama, anggota DPRD Surabaya, Masduki menggarisbawahi pentingnya faktor pendidikan.

Ia mengharapkan Pemda Surabaya peka terhadap situasi ini.

“Saya juga berharap agar Walikota Surabaya segera mengumpulkan seluruh guru agama, ustad dan kepala sekolah, untuk turut mengantisipasi penyebaran ajaran ISIS dengan mengawasi secara intensif pelajaran agama di sekolah,” katanya seperti dilaporkan oleh Portal Beritajatim.

Sementara itu, Pemerintah lokal di Batam menyikapi situasi ini dengan serious.  Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan sebagai upaya untuk mencegah perkembangan ideologi ISIS di daerah ini Pemda akan berusaha mengarahkan pemuda ke kegiatan yang positif.

"Acara-acara seminar seperti ini pun bagus untuk program pencegahan," katanya, seperti dikutip oleh Batam Pos tanggal 12 Maret.

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Batam, Rohim, ikut mengomentari situasi ini.

"Sosialisasi untuk menanggulangi bahaya ISIS perlu dilakukan untuk pencegahan masuknya ISIS," katanya seperti dikutip oleh Portal sumeks.co.id.

 

Oleh Staf BenarNews dengan masukan dari media lokal

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.

Tampilan selengkapnya