Follow us

Indonesia Umumkan Kasus Kematian Pertama Terkait Virus Corona

WHO resmi mengumumkan COVID-19 sebagai pandemik.
Anton Muhajir dan Tia Asmara
Denpasar dan Jakarta
2020-03-11
Email
Komentar
Share
Seorang pengendara sepeda motor berhenti di depan sebuah informasi tentang pencegahan virus corona, di Medan, Sumatra Utara, 11 Maret 2020.
Seorang pengendara sepeda motor berhenti di depan sebuah informasi tentang pencegahan virus corona, di Medan, Sumatra Utara, 11 Maret 2020.
AP

Seorang warga negara Inggris yang positif terjangkit COVID-19 meninggal dunia di Bali pada Rabu (11/3/2020), menjadikannya kasus kematian pertama terkait penyakit yang disebabkan oleh virus corona itu di Indonesia.

Pada hari yang sama, WHO juga mengumumkan COVID-19 yang telah menyebar secara global itu sebagai penyakit pandemik.

“Tadi malam sekitar pukul 02.00 WIB lewat sedikit pasien dengan identitas kasus no. 25 dikabarkan meninggal dunia,” ujar juru bicara penanganan virus corona di Indonesia, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Istana Negara, Rabu.

Ia mengatakan, pasien yang meninggal dunia tersebut saat masuk rumah sakit sudah memiliki riwayat penyakit penyerta yang mendahului, di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi.

“Bukan corona yang penyebab utama tapi pasti selalu ada komplikasinya. COVID-19 memperbesar peluang penyakit dasar yang dimiliki sehingga menjadi semakin parah,” ujarnya.

Ia mengatakan perempuan itu didampingi sang suami saat perawatan dan ketika meninggal.

“Perempuan, 53 tahun, pihak Kedutaan sudah diberitahu sejak awal dan mereka dalam proses untuk mengirim jenazah ke negaranya,” kata dia.

Kedutaan Besar Inggris di Jakarta membenarkan pasien yang meninggal dunia merupakan salah satu warganya.

Kami turut berduka cita kepada keluarga dalam keadaan sulit ini,” kata juru bicara kedutaan John Nickell dalam statemen yang disampaikan kepada BenarNews.

Kedutaan telah berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia dan pejabat setempat, kata Nickell.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (11/3/2020) sdecara resmi menyebut penyakit yang bermula di kota Wuhan, Cina itu, sebagai pandemik, atau menyebar secara global.

“WHO telah mengakses wabah ini dari waktu ke waktu dan kami sangat prihatin dengan tingkat penyebaran dan keparahannya yang mengkawatirkan, serta respons yang tidak memadai yang mengkawatirkan,” demikian WHO dalam pesan twitternya, Rabu. “Oleh karena itu kami membuat penilaian bahwa COVID-19 bisa dikarakteristikkan sebagai pandemik.”

Berdasarkan catatan WHO dan institusi kesehatan lainnya, hingga Rabu tercatat 4.379 orang meninggal dan 119.108 orang terjangkit COVID-19 di seluruh dunia, dan sebanyak 65.757 orang sembuh.

Punya penyakit bawaan

Warga Inggris itu masuk dalam daftar delapan orang yang diumumkan hari Selasa sebagai pasien positif COVID-19 di Indonesia.

Hingga Rabu, jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 34 orang di Indonesia, setelah penambahan 15 kasus dalam dua hari terakhir, kata Yurianto.

Dari jumlah tersebut, 14 orang tertular di dalam negeri, sementara 20 orang lainnya tertular dari negara lain, ujarnya.

Empat dari kasus positif di Indonesia adalah warga negara asing.

“Gejala yang mereka alami biasanya datang dengan keluhan demam, batuk dan pilek dengan intensitas ringan – sedang,” kata dia tentang kondisi pasien positif.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, kepada jurnalis di Denpasar mengatakan pihaknya baru mengetahui kabar kalau pasien yang sebelumnya dirawat di RS Sanglah positif corona setelah meninggal dunia.

Saat dirawat, statusnya masih dalam pengawasan. Sampel swab kemudian dikirim ke Jakarta beberapa hari lalu, sehingga sejak kemarin hasil tes nya belum diketahui.

“Ketika dia meninggal dunia, kami mencoba konfirmasi ke Kementerian, baru kemudian diketahui bahwa dia termasuk dalam kasus tambahan yang kemarin diumumkan, yakni pasien Kasus 25. Jadi, setelah meninggal, kami baru tahu bahwa statusnya positif COVID-19,” kata Indra kepada wartawan.

NAmun demikian, Yurianto mengatakan pihaknya telah memberitahukan tim dokter di rumah sakit tempat pasien dirawat terkait penyakit yang dideritanya.

“Dokter yang merawat sudah tahu. Kalau dokter tidak tahu bagaimana dia tahu cara merawat pasien tersebut,” kilahnya.

Menurut Indra, warga Inggris tersebut masuk Bali pada 29 Februari 2020 bersama suaminya sebagai turis. Ketika melewati pemindai suhu tubuh (thermal scanner) di Bandara Ngurah Rai, Bali, dia tidak memperlihatkan gejala sakit.

Empat hari kemudian dia menunjukkan gejala terkena virus corona. Dia pun dirawat di salah satu rumah sakit swasta pada 3-8 Maret 2020. Kemudian, baru keesokan harinya dia mulai dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar.

“Perawatan dilakukan sesuai protap atau prosedur penanganan pasien pengawasan COVID-19 karena pasien sudah menunjukkan gejala COVID-19,” ujarnya.

Ketika berada di Bali, wanita Inggris itu sudah melakukan kontak dengan setidaknya 21 orang lainnya, kata Indra.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Ketut Suarjaya memastikan bahwa Pemprov Bali terus melakukan pengawasan secara intensif kepada mereka di rumah masing-masing.

“Sampai saat ini mereka semua dalam keadaan sehat,”ujarnya.

Suarjaya menambahkan hingga saat ini jumlah pasien terkait virus corona dalam pengawasan di rumah sakit yang ada di Bali sebanyak 48 orang. Dari 48 orang tersebut, hasil dari tes swap di Jakarta, dinyatakan 38 orang negatif COVID-19.

Adapun sembilan orang masih menunggu hasil lab dan satu orang positif sudah meninggal.

Yurianto mengatakan melanjutkan kalau dua pasien positif COVID-19 sudah diperbolehkan pulang karena hasil menunjukkan dua kali tes negatif.

Meskipun begitu ia mengimbau, nantinya, mantan pasien harus melakukan isolasi mandiri.

“Menggunakan masker, tidur terpisah dengan keluarga, tidak menggunakan alat makan yang bersama dengan orang lain, dan monitoring mandiri jika ada keluhan batuk, panas, maka harus laporkan kepada petugas kesehatan,” paparnya.

Tampilan selengkapnya