Follow us

Indonesia-Australia Rencanakan Kirim Pasukan Bersama untuk Misi PBB

Keputusan itu menjadi salah satu dari delapan kesepakatan bersama antara menteri pertahanan dan menteri luar negeri kedua negara.
Anton Muhajir
Badung
2019-12-06
Email
Komentar
Share
Kiri ke kanan: Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan di Nusa Dua, Bali, 6 Desember 2019.
Kiri ke kanan: Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan di Nusa Dua, Bali, 6 Desember 2019.
Anton Muhajir/BeritaBenar

Babak baru untuk menjajagi pengiriman pasukan bersama Indonesia – Australia bagi misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menjadi salah satu kesepakatan dalam pertemuan menteri pertahanan dan menteri luar negeri kedua negara di Nusa Dua, Bali, Jumat, 6 Desember 2019.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi dengan mitra mereka Menhan Australia Linda Reynolds dan Menlu Australia Marise Payne yang merupakan pertemuan keenam dalam format dialog 2+2 itu.

“Kita mencari bidang-bidang baru untuk kita pererat karena kita memandang Australia sebagai sahabat penting, sebagai mitra. Kita bisa memilih siapa kawan kita tetapi kita tidak bisa memilih siapa tetangga kita,” kata Prabowo.

“Kita juga akan membahas kemungkinan pertama kali penurunan pasukan bersama untuk misi perdamaian untuk PBB,” ujar Prabowo, mengatakan bahwa rencananya kegiatan itu  akan dimulai tahun depan.

Australia memuji berkontribusi Indonesia dalam upaya pemeliharaan perdamaian global.

“Banyak bidang yang akan kita mulai. TNI diundang ikut serta latihan lebih banyak di Australia oleh ADF [Australian Defence Force],” ujar Prabowo.

Kedua negara juga menegaskan kembali dukungan mereka atas agenda Perempuan, Perdamaian dan Keamanan, seperti disampaikan dalam statemen bersama para menteri tersebut.

Pertemuan 2+2 itu diadakan bersamaan dengan penutupan Bali Democracy Forum ke-12 yang berlangsung sejak sehari sebelumnya dan diikuti 665 peserta dari 87 negara dan tujuh organisasi internasional.

Penanggulangan teror dan kejahatan siber

Rencana misi pengiriman pasukan perdamaian bersama adalah salah satu dari delapan kesepakatan yang dihasilkan, demikian menurut Menlu Retno. Kesepakatan lainnya antara lain meningkatkan kerja sama penanganan terorisme dan kejahatan siber.

“Kami sadar akan terus muncul tantangan baru terkait terorisme, kejahatan siber, sehingga sepakat meningkatkan kerja sama kedua negara,” kata Retno tanpa menyebut lebih lanjut bagaimana bentuk peningkatan kerja sama tersebut.

Payne menambahkan, Australia dan Indonesia berbagi batas maritim terpanjang di dunia sehingga keduanya menjadi mitra alami dalam menjaga keamanan perbatasan.

“Kita sepakat melanjutkan kerja sama lebih dekat untuk melawan terorisme dalam segala bentuk. Kita akan menjadi tuan rumah pertemuan sub-regional terkait terorisme untuk mencegah terjadinya tindak terorisme, eksploitasi internet, dan radikalisasi personal secara daring,” katanya.

Menurut Payne, internet sudah menjadi medan pertempuran kunci untuk melawan terorisme saat ini.

“Kita harus menghentikan radikalisme di kalangan anak muda melalui internet. Ini akan menjadi kerja sama yang terus kita lanjutkan dan tingkatkan,” ujarnya.

Isu lain yang menjadi perhatian, tambahnya, adalah soal kerja sama terkait keamanan siber.

“Ini termasuk hal baru, tetapi harus jadi perhatian bersama termasuk kedaulatan internet dan demokrasi. Sangat penting bagi kedua negara untuk bertukar informasi perihal internet,” ujarnya.

Indonesia dan Australia juga sepakat melanjutkan kerja sama bidang maritim, terutama di sektor pertukaran informasi dan intelijen, khususnya dalam menghadapi illegal fishing dan kejahatan transnasional.

Indo-Pasifik

Kesepakatan lain adalah dukungan Australia terhadap ASEAN Indo-Pasific Outlook sebagai upaya menciptakan kepercayaan strategis kawasan Indo-Pasifik.

“Kolaborsi ini akan menjawab tantangan yang dihadapi para sahabat di Pasifik, termasuk perubahan iklim, pemberdayaan ekonomi, dan perempuan,” kata Retno.

Menurut Payne, Indonesia dan Australia yang tinggal bersebelahan di kawasan paling dinamis dan berkembang, Indo-Pasifik, memiliki potensi melakukan banyak hal, tidak hanya bagi kedua negara tetapi juga kawasan.

“Kita berperan penting untuk mempromosikan stabilitas, kesejahteraan di kawasan. Hari ini menjadi kesempatan kita untuk menggarisbawahi bagaimana kepentingan bersama bisa kita jalankan bersama,” lanjutnya.

Reynolds mengatakan bahwa sebagai mitra alami, Indonesia dan Australia juga punya kepentingan yang sama untuk menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik yang terbuka, transparan, sejahtera.

“Pertemuan hari ini menunjukkan bahwa hubungan kita semakin bagus dan kuat,” katanya.

“Saat ini TNI dan ADF memiliki 20 kegiatan bersama. Tahun ini saja Australia menjadi tuan rumah bagi 150 siswa dari Indonesia untuk belajar dengan ADF. Kami juga ada dialog dan kerja sama militer di banyak level,” tambahnya.

Pasang surut

Pertemuan 2+2 ini merupakan pertama diadakan pada masa pemerintahan baru, yang menurut Retno, menunjukkan kuatnya komitmen kedua negara bekerja sama berdasarkan asas kesetaraan dan saling menghormati.

Walaupun dalam forum bilateral dan internasional Jakarta dan Canberra tampak memperlihatkan kerja sama positif, hubungan kedua negara diwarnai pasang surut.

Hubungan keduanya sempat memburuk pada saat pisahnya Timor Leste dari Indonesia pada 1999 dimana saat itu Australia dipersepsikan ikut berada dibalik lepasnya bekas propinsi itu dari Indonesia.

Isu dinas intelejen Australia yang diduga menyadap telepon mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat ia masih berkuasa, dihukum matinya dua warga Australia anggota penyelundup narkoba Bali Nine pada 2015, serta pernah diputusnya sebagian kerja sama militer kedua negara awal tahun 2017 karena materi training yang dianggap menghina Pancasila, sempat memperburuk hubungan bilateral kedua negara.

Tampilan selengkapnya