Follow us

Polisi Selidiki Jatuhnya Pesawat Pembawa Misi Kemanusiaan di Papua

Pejabat keselamatan transportasi mengatakan rasio kecelakaan di Papua adalah yang tertinggi di Indonesia.
Ronna Nirmala
Jakarta
2020-05-12
Email
Komentar
Share
Dalam foto tertanggal 18 Agustus 2015 ini tim penyelamat mencari para korban di tengah puing-puing pesawat Trigana Air ATR 42-300 yang jatuh di Pegunungan Ogbape, di dekat Distrik Oksibil, di Provinsi Papua.
Dalam foto tertanggal 18 Agustus 2015 ini tim penyelamat mencari para korban di tengah puing-puing pesawat Trigana Air ATR 42-300 yang jatuh di Pegunungan Ogbape, di dekat Distrik Oksibil, di Provinsi Papua.
AFP

Polisi mengatakan sedang menginvestigasi jatuhnya sebuah pesawat perintis di Danau Sentani, Papua, pada Selasa (12/5) pagi, yang menewaskan seorang pilot berkebangsaan Amerika Serikat.

Pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) milik organisasi kemanusiaan dan misionaris Kristen berbasis di AS yang membawa bantuan berupa bahan pokok itu jatuh dua menit setelah lepas landas dari Bandara Sentani dalam penerbangan menuju Distrik Mamit, Kabupaten Tolikara, kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal.

Satu-satunya awak dalam pesawat, pilot perempuan atas nama Joyce Lin, meninggal dunia dalam insiden tersebut dan jenazahnya ditemukan di kedalaman 13 meter di Danau Sentani, kata Kamal.

“Pada hari Selasa pukul 06.29 WIT, bertempat di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, telah terjadi insiden jatuhnya pesawat milik MAF jenis Kodiak 100 dengan pilot Joyce Lin,” kata Kamal dalam keterangan tertulis yang diterima BenarNews.

Penyebab jatuhnya pesawat belum diketahui dan masih diselidiki, ujar Kamal.

“Pukul 06.27 WIT pesawat take off dari Bandara Sentani tujuan Distrik Mamit, Kabupaten Tolikara. Pukul 06.29 WIT, pilot memanggil tower ‘Mayday, Mayday’ dan meminta pendaratan darurat,” katanya.

“Selanjutnya tower memanggil, namun tidak ada jawaban dari pilot,” tambah Kamal.

Tim pencari gabungan telah berhasil mengangkat badan pesawat dari dasar danau. Sementara, jenazah pilot telah dievakuasi ke RS Bhayangkara di Jayapura untuk dilakukan tindakan medis lanjutan.

MAF menjalankan misi donasi mingguan yang diberi tajuk #GivingTuesdayNow. Dalam misi tersebut, para pilot akan berangkat ke wilayah terpencil untuk menyalurkan bantuan berupa makanan dan kebutuhan penting lainnya.

Memberikan bantuan ke wilayah-wilayah terpecil yang cenderung terisolasi memang merupakan salah satu misi MAF selain misi keagamaan.

Merujuk situs organisasi itu, selama wabah COVID-19, MAF juga memberikan donasi berupa alat pelindung diri (APD), alat deteksi COVID-19, dan obat-obatan lainnya untuk klinik-klinik yang berada di daerah terpencil.

“Di desa-desa terpencil, para pilot MAF juga akan berbagi informasi terkait COVID-19 kepada penduduk setempat dan membantu mereka memahami bagaimana caranya mereka bisa melindungi diri sendiri dari bahaya virus ini,” tulis MAF pada laman resminya.

Kecelakaan tertinggi

Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Nurcahyo Utomo, mengatakan angka kecelakaan penerbangan untuk pesawat jenis perintis memang tinggi di Papua.

Faktor topografi Papua yang umumnya berupa hutan dan pegunungan serta jumlah penerbangan yang tinggi menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan.

“Banyak yang tidak menyadari, bahwa ada lebih dari 400 bandara di Papua yang melayani pesawat kecil. Frekuensinya sangat tinggi,” kata Nurcahyo kepada BenarNews.

Bahkan menurut Nurcahyo, rasio kecelakaan di Papua adalah yang paling tinggi dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia. “Masalah seperti human error, kondisi lingkungan, fasilitas, juga mendukung tingginya angka kecelakaan,” ucapnya.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, sebanyak 84.531 pesawat mendarat di Papua. Sementara, volume keberangkatannya sebanyak 84.861 pesawat.

Jumlah penumpang datang dan berangkat sebanyak 4.117.794 orang. Dengan demikian, rata-rata penumpang yang datang dan keluar dari Papua berkisar 350 ribu orang.

Data BPS tersebut diambil hanya dari tujuh bandara terpadat di Papua dengan tiga di antaranya adalah Bandara Sentani (Jayapura), bandara Wamena (Jayawijaya), dan Bandara Mozes Kilangin (Mimika).

Adapun angka kecelakaan pesawat di Papua selama 2010-2016 yang tercatat oleh KNKT mencapai 25 peristiwa. Angka ini lebih dari seperempat total kecelakaan nasional yakni 83 kejadian.

Merujuk Kementerian Perhubungan, MAF adalah Pemegang Izin Kegiatan Angkutan Udara Bukan Niaga sejak 1999.

Wilayah izin penerbangan MAF meliputi Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan Papua. Adapun pesawat yang dioperasikan berjumlah 18 unit, yakni tipe Cessna 208B, Cessna 208, Kodiak 100, Cessna 208 Amphibi, Cessna A185 Floatplane, dan Cessna TU206.

Tampilan selengkapnya