Pascagempa Magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat

Akibat gempa tersebut, sedikitnya sekitar 19.400 orang harus mengungsi, ratusan luka-luka dan puluhan meninggal di Mamuju dan Majene.
Keisyah Aprilia
Mamuju
2021-01-19
Share

Hingga hari kelima pasca gempabumi magnitudo 6,2 di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, tim SAR sudah berhasil mengevakuasi 84 orang korban meninggal dunia.

Rinciannya 73 orang meninggal dunia di Mamuju dan 11 orang di Majene.

Selain itu, tercatat 679 orang luka ringan serta terdapat 253 orang mengalami luka berat akibat gempa ya ng menggoncang pada Jumat dini hari 15 Januari lalu.

“189 orang luka berat di Mamuju dan 64 orang luka berat di Majene,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam siaran persnya, Selasa (19/1/2021).

Pada hari Selasa itu juga Presiden Joko “Jokowi” Widodo melakukan kunjungan ke Mamuju.

“Saya datang untuk memastikan bahwa proses, evakuasi, bantuan kepada masyarakat, logistik, dan juga tenda pengungsi terkelola dengan baik,” kata Jokowi.

“Tadi saya sudah sampaikan ke Gubernur, untuk gedung-gedung pemerintah yang roboh, setelah diaudit nanti, pemerintah pusat akan segera bangun kembali,” ujarnya.

“Kemudian untuk rumah penduduk yang roboh, pemerintah akan bantu.”

Pascagempa setidaknya lebih dari 19.400 orang harus mengungsi, dimana sekitar 15.000 orang di Mamuju dan 4.400 orang di Majene.

Sampai saat ini, bantuan sembako, kebutuhan anak bayi, ibu hamil, dan lansia sudah banyak mengalir ke pengungsi yang tersebar di sejumlah titik di Mamuju.

Pun demikian, situasi di Mamuju dan Majene sudah kondusif, namun masyarakat yang menjadi pengungsi belum mau kembali ke rumahnya.

“Tidak mau kembali karena sudah tidak ada rumah. Selain itu, gempa bumi susulan juga masih terjadi,” kata Hariandi Amran saat ditemui di posko pengungsian Stadion Manakarra, Mamuju.

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.

Tampilan selengkapnya