Follow us

Negara ASEAN Surati India Berharap Jamaah Tabligh Dipulangkan

Penggelontoran dana senilai Rp168 miliar sebagai hadiah pemenang lomba video “new normal” dikecam.
Tia Asmara
Jakarta
2020-06-22
Email
Komentar
Share
Petugas melakukan penyemprotan di Nizamudin, lokasi di New Delhi yang menjadi tempat Jamaah Tabligh dari berbagai negara termasuk Indonesia berkumpul, yang kemudian diketahui menjadi salah satu tempat penyebaran virus corona, 2 April 2020.
Petugas melakukan penyemprotan di Nizamudin, lokasi di New Delhi yang menjadi tempat Jamaah Tabligh dari berbagai negara termasuk Indonesia berkumpul, yang kemudian diketahui menjadi salah satu tempat penyebaran virus corona, 2 April 2020.
AP

Sejumlah negara di ASEAN meminta informasi kepada pemerintah India terkait status hukum para anggota Jamaah Tabligh (JT) yang masih tertahan di sana untuk segera diizinkan pulang ke negara masing-masing, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Senin (22/06).

“Kami laporkan pada 19 Juni kemarin lima duta besar negara ASEAN di India yaitu Dubes Indonesia, Malaysia, Brunei, Thailand telah menulis surat kepada Menlu India,” ujar Retno saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan DPR Komisi 1. Dia tidak menyebutkan satu negara lainnya.

“Inti surat tersebut yaitu meminta informasi dan legal location dan meminta Jamaah Tabligh bisa kembali ke negara masing-masing,” ujarnya.

Dia menjelaskan terdapat total 751 warga Indonesia anggota JT yang tersebar di 12 negara bagian di India dan pemerintah Indonesia akan terus mengomunikasikan terkait ini dengan India, salah satunya dengan melakukan komunikasi virtual dengan pihak JT di India.

“Kami juga telah melakukan pertemuan di markas JT di Kebun Jeruk. Sementara itu duta besar di New Delhi juga telah beberapa kali mengunjungi JT dan menawarkan kebutuhan yang diperlukan WNI selama di sana,” ujarnya.

Selain Indonesia, ada beberapa negara yang juga memiliki warga yang masih terjebak di India, antara lain Pakistan, Bangladesh, Iran, Kirkgistan, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Brunei Darussalam.

Dalam press briefingnya beberapa waktu lalu, Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Joedha Nugraha, mengatakan dari total 1.172 anggota JT dari Indonesia di seluruh dunia, sebanyak 361 WNI telah kembali ke Indonesia.

Dari total 751 anggota JT dari Indonesia di India, 161 masih terlibat kasus hukum dan menghadapi proses peradilan di India, 61 diantaranya telah berhasil dibebaskan, kata Joedha. Sekitar 334 lainnya masih terjebak di India.

“Tujuh puluh lima WNI yang sebelumnya terjangkit COVID-19 di India juga semuanya telah dinyatakan sembuh,” ujar dia.

Hingga Senin (22/6), Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 bertambah sebanyak 954 orang, sehingga total orang terinfeksi menjadi 46.845 orang.

Total korban meninggal menjadi 2.500 jiwa dengan penambahan kasus 35 orang meninggal dunia dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

Total akumulasi spesimen yang telah diuji adalah 650.311, kata Yurianto.

Seorang petugas menyemprotkan disinfektan di Kebun Binatang Ragunan, dalam persiapan dibukanya kembali lokasi tersebut pasca pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah wabah COVID-19, di Jakarta, 17 Juni 2020. [AP]
Seorang petugas menyemprotkan disinfektan di Kebun Binatang Ragunan, dalam persiapan dibukanya kembali lokasi tersebut pasca pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah wabah COVID-19, di Jakarta, 17 Juni 2020. [AP]

Wisata alam dibuka

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo menjelaskan pemerintah akan mengizinkan sejumlah kawasan pariwisata alam dibuka kembali.

“Pembukaan akan dilakukan secara bertahap. Saat ini kawasan pariwisata alam yang boleh dibuka adalah yang berada di kabupaten/kota dalam zona hijau/kuning. Sementara zona lainnya akan diatur dalam kesiapan daerah,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta.

Tempat wisata alam yang diizinkan buka kembali antara lain kawasan wisata bahari, konservasi perairan, kawasan wisata petualangan, taman nasional dan taman wisata alam, kawasan hutan raya, suaka margasatwa, geopark.

Kemudian, lokasi pariwisata non kawasan konservasi seperti kebun raya, kebun binatang, taman safari, desa wisata, dan kawasan wisata alam yang dikelola masyarakat.

“Tentunya harus menetapkan protokol kesehatan yang ketat dan mengurangi juga jumlah pengunjung sampai batasan maksimal 50 persen dari kapasitas normal,” kata dia.

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya mengatakan pihaknya telah membuka secara bertahap setidaknya 29 taman nasional dan taman wisata alam di Indonesia paska pandemi COVID-19 sampai dengan pertengahan Juli.

“Beberapa wilayah yang bisa membuka kembali taman wisata alamnya antara lain: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, NTB, NTT, Sulawesi Selatan dan Sumatra Selatan, serta Bali,” kata Siti Nurbaya.

Keputusan pembukaan tempat pariwisata alam yang ada di 270 kabupaten kota diserahkan kepada bupati dan walikota daerah masing-masing.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan dengan dibukanya sektor pariwisata diharapkan bisa menggerakkan kembali perekonomian masyarakat yang selama ini terdampak karena pandemi virus korona (COVID - 19).

“Sektor pariwisata ini adalah sektor yang sangat bergantung pada kepercayaan wisatawan domestik dan internasional atas rasa aman sehat dan nyaman. Kita harus jaga kepercayaan ini agar pariwisata Indonesia dapat bangkit kembali,”ujar dia.

Menurut dia, pembukaan tempat wisata alam beresiko lebih rendah untuk tertular COVID-19 dibandingkan dengan kunjungan wisata ke tempat lainnya selama pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Pelaksaanan protokol harus sangat disiplin. Di Bali dan Banyuwangi persiapan sudah sangat baik. Jika tidak dilaksanakan dampaknya akan lebih buruk bagi sektor pariwisata,”kata dia.

Lomba video New Normal

Sementara itu, rencana pemerintah menggelontorkan dana senilai Rp168 miliar sebagai hadiah pemenang lomba video simulasi penerapan protokol kesehatan new normal menuai kecaman.

Sebelumnya Mendagri Tito Karnavian menyebut dana sebesar Rp168 miliar akan diberikan dalam bentuk dana insentif daerah (DID) kepada 84 pemda pemenang. Pemenang pertama diberikan Rp3 miliar, pemenang kedua Rp2 miliar, dan pemenang ketiga Rp1 miliar.

“Sebaiknya dipakai untuk tes swab masal saja yang lebih bermanfaat,” seorang netizen, Pamela Landy, menulis di akun Twitter-nya.

“Apakah jika dibuat video trus virusnya akan hilang,”seorang warga Twitter lainnya, @saefuddeen89, menimpali.

Selama sayembara dibuka, terdapat 2.517 video berdurasi 2 menit berisi simulasi protokol new normal yang dikirimkan berbagai pemda.

Ronna Nirmala berkontribusi dalam artikel ini

Tampilan selengkapnya