Penerbangan Internasional Pertama dalam Hampir 2 Tahun Tiba di Bali

Kedatangan wisatawan internasional itu bertepatan dengan kenaikan kasus harian tertinggi COVID-19 dalam enam bulan.
Tria Dianti
2022.02.03
Jakarta
Share on WhatsApp
Share on WhatsApp
Penerbangan Internasional Pertama dalam Hampir 2 Tahun Tiba di Bali Penumpang Garuda Indonesia dari Tokyo melambaikan tangan saat kedatangan mereka di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Badung, Bali, pada 3 Februari 2022, dalam penerbangan internasional langsung pertama yang membawa wisatawan asing ke pulau itu, setelah Bali ditutup untuk penerbangan internasional selama lebih dari setahun di tengah pandemi COVID- 19.
Reuters

Bali pada Kamis sore (3/2) menerima kedatangan penerbangan internasional pertama kalinya yang membawa turis asing dalam hampir dua tahun, bersamaan dengan kenaikan kasus harian tertinggi COVID-19 dalam enam bulan.

Penerbangan Garuda Indonesia dari Tokyo mendarat dengan enam turis Jepang dan enam warga Indonesia dengan disambut oleh penghormatan dengan penyemprotan air ke pesawat di Bandara Internasional Ngurah Rai, kata pejabat setempat.

“Sudah tiba di Bandara Ngurah Rai, Bali tadi sore penerbangan Garuda Indonesia dari bandara Narita-Tokyo dengan membawa total 12 orang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali, Cokorda Pemayun kepada BenarNews.

Enam orang asal Jepang tersebut memegang visa kunjungan bisnis karena pemerintah masih menyiapkan aturan visa turis, sementara enam lainnya merupakan orang Indonesia yang selama ini tinggal di Jepang, ujar Cok Pemayun.

Cok mengatakan sejumlah protokol kesehatan secara ketat dilakukan dengan berkali-kali simulasi untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.

“Di antaranya kami menawarkan karantina bubble yang membolehkan turis untuk berkeliling hotel. Tenaga kerja di hotel tersebut juga tidak boleh pulang ke rumah,” katanya.

Pertengahan Oktober 2021 lalu, pemerintah mengumumkan pembukaan pintu masuk internasional bagi turis dari 19 negara menuju Bali dan Kepulauan Riau.

Beberapa negara tersebut adalah China, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, hingga Prancis, namun tidak ada penerbangan internasional yang mendarat di Bali, hingga hari Kamis ini.

Ekonomi Bali merupakan yang paling buruk terdampak pandemi karena masyarakat mengandalkan usaha di sektor wisata. Sebelum pandemi, pariwisata Bali biasanya menyumbang 54 persen dari perekonomian provinsi tersebut dengan 6,2 juta wisatawan asing yang datang pada 2019.

Namun jumlah ini menurun drastis. Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali hanya sebanyak 51 kunjungan pada Januari - November 2021 atau menurun 99,9 persen dibandingkan tahun sebelumya sebanyak 1 juta kunjungan.

Cok berharap agar kedatangan wisarawan dari Jepang bisa dijadikan contoh warga negara lainnya agar mau berkunjung ke Bali dalam waktu dekat.

“Kami ingin tunjukkan Bali ini sudah siap untuk dibuka, kami akan sediakan fasilitas hotel dengan peraturan karantina yang ketat,” ujarnya.

Pemerintah awal pekan ini mengizinkan turis asing dari seluruh negara untuk masuk ke Bali dengan masa karantina lima hari bagi yang sudah divaksin lengkap dan tujuh hari bagi yang baru menerima sekali vaksin.

Stakeholder Relations Manager Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, mengatakan sejumlah persiapan dilakukan sesuai alur pelayanan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Dari mendarat, mereka dicek dengan thermal scanner, registrasi dan tes PCR,” kata dia.

Taufan mengatakan selain Garuda Indonesia, pihaknya juga sedang menunggu penerbangan internasional selanjutnya yaitu Singapore Airlines dan Batik Air yang akan melayani rute penerbangan dari Singapura- Bali pada akhir Februari nanti.

Singapura Airlines dalam pernyataan akan melanjutkan penerbangan ke Bali dari Singapura mulai 16 Februari mendatang.

Pada penerbangan perdana rute Narita-Denpasar tersebut, Garuda turut mengangkut komoditas kargo dari Jepang sebesar 30 ton yang terdiri dari spare part konstruksi, otomotif, hingga barang elektronik.

Kebangkitan ekonomi                            

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap pembukaan kembali Bali menjadi awal kebangkitan ekonomi Indonesia untuk memperbaiki kondisi perekonomian Bali dan sekitarnya.

“Pembukaan Bali ini menjadi kebijakan yang tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat, serta dapat memahami kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi” ujarnya.

“Tidak ideal”

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa dibukanya kembali layanan penerbangan ini merupakan pengembangan potensi pasar Narita dan mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Penerbangan Narita – Denpasar ini juga tentunya memiliki arti penting terhadap komitmen seluruh pihak untuk bersama-sama terus beradaptasi mengakselerasikan kontribusinya dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah era kenormalan baru ini,” kata dia.

Menanggapi hal itu, pakar epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman menilai kebijakan mendatangkan turis tersebut sebetulnya tidak ideal dan berisiko karena kasus sedang melonjak. Namun, ujar dia, resiko tersebut bisa diminimalisir dengan pengamanan ketat sejak skrining awal keberangkatan.

“Jangan sampai ada celah sedikitpun, sebelum berangkat negatif, setelah tiba juga negatif ditambah turis kalau bisa bukan vaksin lengkap lagi tapi booster juga harus sudah dilakukan jika masa vaksinasi telah melewati 7 bulan,” ujar dia.

Ia memperkirakan kasus akan jauh lebih tinggi dari saat ini karena puncak gelombang ketiga belum terjadi. Oleh karenanya, ia mengingatkan pemerintah untuk tidak meremehkan Omicron dengan cara merinci mitigasi kepada masyarakat.

“Kalau komunikasi buruk maka sama saja terkesan meremehkan. Mitigasi harus jelas supaya clear,” ujar dia.

Per Kamis, jumlah kasus COVID-19 bertambah 27.197 yang merupakan jumlah tertinggi sejak Agustus tahun lalu. Tambahan angka harian ini menjadikan total kasus di Indonesia mencapai 4.414.183 kasus sejak Maret 2020. Angka 38 kematian dalam kurun waktu 24 jam terakhir menjadikan jumlah yang meninggal karena virus corona menjadi 144.411.

Indonesia menargetkan untuk memvaksinasi 208,5 juta penduduknya atau sekitar 70 persen dari jumlah total.

Sementara jumlah vaksinasi dosis pertama telah mencakup 185,6 juta orang. Dari jumlah itu, 129 juta di antaranya telah menerima dosis kedua, dan 4,7 juta orang di antaranya sudah mendapat suntikan ketiga.

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.

Tampilan selengkapnya