Uji Coba Tahap Kedua Vaksin COVID-19 dari Korsel Dilakukan Oktober

Indonesia catat rekor kasus kematian harian terbanyak, 160 meninggal Selasa (22/9).
Tia Asmara
Jakarta
2020-09-22
Share
200922_ID_COVID_1000.jpg Dalam foto yang diambil pada 28 Agustus 2020 ini menunjukkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, (tengah) memperlihatkan lengannya setelah menerima uji coba vaksin COVID-19 sebagai bagian dari pengujian klinis terhadap 1.620 relawan, di sebuah Puskesmas di Bandung, Jawa Barat.
AFP

Indonesia akan menjadi tempat uji coba tahap dua untuk kandidat vaksin COVID-19 yang dikembangkan perusahaan Korea Selatan, Genexine Inc, bulan depan, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Selasa (22/9).

Sementara itu, Indonesia mencatat rekor kematian harian tertinggi akibat COVID-19, dengan jumlah 160 pada 24 jam terakhir.

"Indonesia juga melakukan kerja sama dengan Genexine dari Korea Selatan. Saat ini proses memasuki uji klinis tahap satu di Korea Selatan dan uji klinis tahap dua akan dimulai Oktober di Indonesia," kata Retno dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I di Jakarta.

Vaksin yang dibuat bekerja sama dengan perusahaan obat terbesar di Asia Tenggara, Kalbe Farma, menggunakan DNA untuk menciptakan antigen dan sistem kekebalan dalam tubuh.

Kedua perusahaan itu pada 2017 membangun kerja sama pendirian perusahaan gabungan dengan nama PT. Kalbe Genexine Biologics (KGBio) untuk pengembangan vaksin dan obat.

Uji tahap pertama vaksin COVID-19 milik Genexine diketahui telah dilakukan di Korea Selatan dan berakhir akhir Agustus lalu.

GX 19 merupakan nama bakal calon vaksin COVID-19 yang dibuat oleh konsorsium sejumlah perusahaan seperti Genexine, Binex, International Vaccine Institute (IVI) GenNbio, KAIST dan POSTECH.

Indonesia juga tengah menjalin kerjasama dengan beberapa negara untuk mendapatkan vaksin, di antaranya dengan perusahaan Cina, Sinovac, yang uji coba pengujian vaksinnya saat ini sudah memasuki tahap ketiga di Bandung, dan G-42, perusahaan teknologi kesehatan yang berbasis artificial intelligence di Uni Emirat Arab.

Pemerintah mengklaim telah menjamin pasokan vaksin COVID-19 sebanyak total 340 juta dosis vaksin hingga akhir 2021 dari negara UEA dan Cina.

Retno mengatakan Indonesia juga tengah melakukan penjajakan kerjasama dengan Inggris melalui perusahaan farmasi multinasional AstraZeneca dan Imperial College London.

Sementara dari hasil kerjasama multilateral, Indonesia telah mendapatkan persetujuan untuk menggandeng COVAX, aliansi global untuk pengembangan vaksin COVID-19, untuk bisa mendapatkan keringanan financial untuk memperoleh vaksin, kata Retno.

“Indonesia masuk dalam kategori negara dengan pendapatan rendah. Oleh karenanya, kami akan mendapatkan vaksin sebanyak 20 persen dari jumlah penduduk Indonesia,” ujar dia.

Untuk saat ini, uji coba vaksin AstraZeneca Plc dihentikan sementara secara global setelah ada salah satu relawan yang menderita penyakit serius setelah proses penyuntikan uji coba vaksin.

Padahal, vaksin yang dikembangkan AstraZeneca bersama Universitas Oxford ini disebut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai kandidat utama vaksin di dunia yang paling maju dalam hal pengembangan vaksin.

Perkembangan uji klinis di Bandung

Tahap uji klinis fase ketiga calon vaksin buatan Sinovac yang dilakukan di Bandung terus dilakukan dan tidak mengalami hambatan berarti, kata juru bicara tim uji klinis vaksin COVID-19, Rodman Tarigan.

“Tidak ada kendala, semua sudah berdasarkan studi protokol dan antusias relawan sangat bagus,” ujar Rodman kepada BenarNews.

Berdasarkan data, dari total 1.620 target relawan yang ikut uji klinis, sebanyak 953 sudah lolos tahap penyaringan, 856 relawan telah menerima vaksin pertama, dan 244 sudah menerima vaksinasi kedua.

“Sebanyak 110 orang relawan di antaranya sudah menjalani pengambilan darah paska vaksinasi terakhir,” ujar dia.

Ia mengatakan belum bisa mengungkap tingkat keberhasilan karena dibutuhkan waktu sekitar lima bulan untuk penelitian seluruhnya.

Salahi aturan jaga jarak, relawan terkena Covid-19

Terkait adanya salah satu relawan yang justru terjangkit COVID-19 setelah menerima vaksinasi pertama, ketua tim uji klinis vaksin dari Universitas Padjajaran, Kusnandi Rusmil, menjelaskan kalau relawan tersebut tidak mengikuti peraturan jaga jarak, dengan melakukan perjalanan ke luar kota setelah menerima vaksinasi pertama.

Ia kemudian dinyatakan sehat dan menerima vaksinasi kedua. Namun keesokan harinya, dilakukan tes usap karena ada riwayat ke luar kota dan hasilnya terungkap positif.

“Dilakukan isolasi mandiri dan terdapat program pemantauan secara ketat setiap harinya. Selama 9 hari kondisi relawan dalam keadaan baik,” ujar Rusmil dalam pernyataan tertulis.

Dalam uji klinis ini, terdapat dua kelompok yaitu ada relawan yang mendapatkan vaksin COVID-19, dan relawan yang kebagian mendapatkan plasebo.

“Uji klinis ini dilakukan dengan prinsip observer blind/tersamar, sehingga tidak diketahui mana yang dapat plasebo dan mana yang dapat vaksin,”ujar dia.

Oleh karenanya, semua sukarelawan tetap dihimbau wajib menerapkan protokol pencegahan yang sudah dianjurkan pemerintah.

“Pada yang mendapat vaksin, kekebalan diharapkan paling cepat dua minggu pasca suntikan kedua. Relawan uji klinik masih akan dipantau kesehatannya selama enam bulan pasca suntikan terakhir,”ujar dia.

Akses terjangkau

Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB Selasa, Retno menegaskan pentingnya akses obat dan vaksin yang terjangkau bagi semua.

“Program [PBB] harus bermakna dan berdampak,” kata Retno, “dalam menangani pandemi untuk jangka pendek,

“PBB juga harus bersinergi dengan lembaga internasional lainnya untuk mempercepat pemulihan ekonomi global,” kata dia.

“Krisis ini seharusnya tidak memundurkan kemajuan dalam kerjasama internasional. Sebaliknya, harus memperkuat solidaritas dan persatuan,” ujar dia.

Pandemi COVID-19 telah menginfeksi 31,5 juta di 215 negara dan menyebabkan 970 ribu orang meninggal dunia.

Per hari ini, data pemerintah Indonesia melaporkan penambahan sebanyak 4.071 kasus terkonfirmasi sehingga total kasus keseluruhan mencapai 252.923.

Sementara jumlah kematian bertambah 160 orang, rekor harian kematian tertinggi hingga saat ini, menjadikan total korban meninggal mencapai 9.837.

“Jumlah ini merupakan puncak dan terjadi selama tiga hari terakhir pada 19, 20 dan 21 September 2020. Angka ini sangat tinggi,” kata juru bicara satuan tugas penanganan COVID-19 Wiku Adisasmita.

Wiku menegaskan pemerintah Indonesia tetap menggunakan definisi kematian merujuk kepada aturan WHO yaitu kasus kematian yang dilaporkan adalah kasus konfirmasi ataupun kasus probable COVID-19. “Probable itu kasus dengan ISPA [infeksi saluran pernapasan atas] berat, dengan gambaran klinis seperti COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan PCR, angka ini juga dipakai sejumlah negara seperti Amerika Serikat,” ujar dia.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan revisi terhadap perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi -0,6 persen hingga -1,7 persen dari perkiraan sebelumnya -0,2 persen hingga -1,1 persen.

“Pada kisaran -1,7 persen hingga -0,6 persen. Ini artinya negatif teritori,” ujar dia dalam konferensi pers virtual.

Proyeksi tersebut dipengaruhi oleh dampak perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia yang terus menekan ekonomi Indonesia, ujarnya.

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.