Berjalan kiloan meter demi “air kehidupan” di Desa Renggeang

Seperti di sejumlah wilayah terpencil di Indonesia, warga Desa Renggeang di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, harus berjalan kiloan meter untuk mendapatkan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Keisyah Aprilia
2022.05.16
Polewali Mandar, Sulawesi Barat
Share on WhatsApp
Share on WhatsApp
Berjalan kiloan meter demi “air kehidupan” di Desa Renggeang Syahrul Calu (37) memikul jeriken berisi air bersih dengan latar belakang rumahnya di Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Hampir semua rumah warga di desa ini tidak teraliri air bersih. Suplai yang diberikan pemerintah tidak mencukupi kebutuhan warga. Kalau pun ada rumah yang mendapatkan air bersih itu adalah air yang dibeli dari Perusahaan Daerah Air Minum setempat. Tiga kali seminggu Syahrul turun ke sungai yang berjarak 4 km untuk mengambil air bersih. Biasanya ia berjalan bersama warga lainnya seraya bencengkrama tentang aktivitas harian mereka. Syahrul mengaku runitas ini sudah dilakukannya hampir tiga dekade sejak ia berumur tujuh tahun.
[Keisyah Aprilia/BenarNews]

Syahrul Calu (37) mengisi air bersih ke dalam jerikennya di mata air sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Setiap mengambil air bersih Syahrul membawa enam jeriken. Biasanya enam jerikan air bersih ini habis diminum dan dipakai kebutuhan masak dalam waktu tiga hari.  Desa Renggeang merupakan salah satu desa terpencil dan miskin di Sulawesi Barat. Jaraknya tiga jam dari ibu kota kabupaten dan lima jam dari ibu kota provinsi. Selain Desa Renggeang beberapa desa lainnya di Sulawesi Barat khususnya yang berada di perbukitan juga mengalami kesulitan air bersih. [Keisyah Aprilia/BenarNews]
Syahrul Calu (37) mengisi air bersih ke dalam jerikennya di mata air sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Setiap mengambil air bersih Syahrul membawa enam jeriken. Biasanya enam jerikan air bersih ini habis diminum dan dipakai kebutuhan masak dalam waktu tiga hari. Desa Renggeang merupakan salah satu desa terpencil dan miskin di Sulawesi Barat. Jaraknya tiga jam dari ibu kota kabupaten dan lima jam dari ibu kota provinsi. Selain Desa Renggeang beberapa desa lainnya di Sulawesi Barat khususnya yang berada di perbukitan juga mengalami kesulitan air bersih. [Keisyah Aprilia/BenarNews]

Syahrul Calu (37) meminum air yang baru diambilnya di mata air sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Air bersih ini bisa langsung diminum tanpa harus dimasak. Rasanya pun menurut warga tak ubahnya rasa air mineral kemasan yang banyak dijual di pasaran. Meski belum ada penilitian khusus dari pemerintah tentang air ini, namun warga di Desa Renggeang mengaku air ini tidak membuat perut mereka sakit ketika dikonsumsi. “Air ini suci dan sudah turun temurun diminum oleh warga,” demikian kata Syahrul. Warga pun menyebutnya sebagai “air kehidupan”. [Keisyah Aprilia/BenarNews]
Syahrul Calu (37) meminum air yang baru diambilnya di mata air sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Air bersih ini bisa langsung diminum tanpa harus dimasak. Rasanya pun menurut warga tak ubahnya rasa air mineral kemasan yang banyak dijual di pasaran. Meski belum ada penilitian khusus dari pemerintah tentang air ini, namun warga di Desa Renggeang mengaku air ini tidak membuat perut mereka sakit ketika dikonsumsi. “Air ini suci dan sudah turun temurun diminum oleh warga,” demikian kata Syahrul. Warga pun menyebutnya sebagai “air kehidupan”. [Keisyah Aprilia/BenarNews]

Caesar Pratama, bocah laki-laki ini mengangkat satu jeriken berisi air bersih di Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Air bersih yang diambil di mata air sungai ini dijual dengan harga Rp1.000 per jerikennya. Biasanya warga yang membeli air bersih ini jarak rumahnya dari sungai tujuh tampai 10 kilo meter. Karena jauh, mereka tidak mau ke sungai dan lebih memilih untuk membelinya dari seorang warga yang memang kesehariannya mengambil air bersih di sungai. [Keisyah Aprilia/BenarNews]
Caesar Pratama, bocah laki-laki ini mengangkat satu jeriken berisi air bersih di Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Air bersih yang diambil di mata air sungai ini dijual dengan harga Rp1.000 per jerikennya. Biasanya warga yang membeli air bersih ini jarak rumahnya dari sungai tujuh tampai 10 kilo meter. Karena jauh, mereka tidak mau ke sungai dan lebih memilih untuk membelinya dari seorang warga yang memang kesehariannya mengambil air bersih di sungai. [Keisyah Aprilia/BenarNews]

Ratna Jani (duduk) mengisi air bersih ke dalam jeriken sementara anaknya, Susan Jani, mengatur jeriken yang sudah terisi air bersih di pinggir sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Ibu dan anak ini setiap sore mengambil air bersih di sungai untuk dijual kepada warga lainnya di desa seharga Rp1.000 per jeriken.  Tampak di latar belakang anak-anak bermain di sungai. [Keisyah Aprilia/BenarNews]
Ratna Jani (duduk) mengisi air bersih ke dalam jeriken sementara anaknya, Susan Jani, mengatur jeriken yang sudah terisi air bersih di pinggir sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Ibu dan anak ini setiap sore mengambil air bersih di sungai untuk dijual kepada warga lainnya di desa seharga Rp1.000 per jeriken. Tampak di latar belakang anak-anak bermain di sungai. [Keisyah Aprilia/BenarNews]

Warga mengambil air bersih menggunakan timbah plastik dari mata air di pinggir sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Mata air ini digali sedalam 40 sampai 50 centi meter. Ketika sudah mengeluarkan air, warga menunggu 10 sampai 15 menit hingga air jernih lalu diambil lalu dimasukkan ke dalam jeriken. Uniknya, air dari mata air yang digalih di pinggir sungai ini bersih dan jernih sedangkan air di sungai keruh bercampur pasir serta lumpur. [Keisyah Aprilia/BenarNews]
Warga mengambil air bersih menggunakan timbah plastik dari mata air di pinggir sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Mata air ini digali sedalam 40 sampai 50 centi meter. Ketika sudah mengeluarkan air, warga menunggu 10 sampai 15 menit hingga air jernih lalu diambil lalu dimasukkan ke dalam jeriken. Uniknya, air dari mata air yang digalih di pinggir sungai ini bersih dan jernih sedangkan air di sungai keruh bercampur pasir serta lumpur. [Keisyah Aprilia/BenarNews]

Seorang warga mengangkat jeriken berisi air bersih untuk diatur ke dalam bak sepeda motor tiga roda yang diparkir di pinggir sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Warga menggunakan sepeda motor tiga roda agar dapat membawa banyak jeriken berisi air bersih karena untuk dijual kepada warga yang kediamannya berjarak tujuh sampai 10 kilo meter dari lokasi pengambilan air bersih. [Keisyah Aprilia/BenarNews]
Seorang warga mengangkat jeriken berisi air bersih untuk diatur ke dalam bak sepeda motor tiga roda yang diparkir di pinggir sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Warga menggunakan sepeda motor tiga roda agar dapat membawa banyak jeriken berisi air bersih karena untuk dijual kepada warga yang kediamannya berjarak tujuh sampai 10 kilo meter dari lokasi pengambilan air bersih. [Keisyah Aprilia/BenarNews]

Nenek Samriati berdiri sambil memikul jeriken kosong menunggu keponakannya Indar Sari selesai mengisi air bersih ke dalam jeriken di pinggir sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Hujan deras sejak dua hari terakhir di desa itu membuat air sungai meluap sehingga menyulitkan warga mendapatkan titik untuk penggalian mata air. Ketika satu mata air ditemukan, warga harus antre untuk bisa menggunakannya mengambil air bersih. [Keisyah Aprilia/BenarNews]
Nenek Samriati berdiri sambil memikul jeriken kosong menunggu keponakannya Indar Sari selesai mengisi air bersih ke dalam jeriken di pinggir sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Hujan deras sejak dua hari terakhir di desa itu membuat air sungai meluap sehingga menyulitkan warga mendapatkan titik untuk penggalian mata air. Ketika satu mata air ditemukan, warga harus antre untuk bisa menggunakannya mengambil air bersih. [Keisyah Aprilia/BenarNews]

Sejumlah warga mengambil air bersih di mata air sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 12 Mei 2022. Mayoritas warga yang mengambil air bersih di sungai ini adalah ibu-ibu. Menurut mereka, mengambil air bersih di sungai adalah tugas perempuan karena di saat sore hari suami-suami mereka punya pekerjaan di kebun. [Keisyah Aprilia/BenarNews]
Sejumlah warga mengambil air bersih di mata air sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 12 Mei 2022. Mayoritas warga yang mengambil air bersih di sungai ini adalah ibu-ibu. Menurut mereka, mengambil air bersih di sungai adalah tugas perempuan karena di saat sore hari suami-suami mereka punya pekerjaan di kebun. [Keisyah Aprilia/BenarNews]

Dua warga berjalan menyeberangi sungai sambil memikul jeriken berisi air bersih di sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Sebagian warga yang bermukim di seberang sungai terpaksa harus menyeberangi sungai untuk mendapatkan air bersih. Air sungai tidak dalam sehingga tidak membahayakan mereka. Mayoritas warga di desa ini berjalan kaki untuk mengambil air bersih di sungai Renggeang. Meski jaraknya jauh antara tiga sampai empat kilo meter dari rumah mereka, warga tidak menjadikan itu beban. Menurut mereka ketimbang harus mengeluarkan uang untuk membeli air bersih di pasar mending mereka mengambilnya di sungai secara gratis. [Keisyah Aprilia/BenarNews]
Dua warga berjalan menyeberangi sungai sambil memikul jeriken berisi air bersih di sungai Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 11 Mei 2022. Sebagian warga yang bermukim di seberang sungai terpaksa harus menyeberangi sungai untuk mendapatkan air bersih. Air sungai tidak dalam sehingga tidak membahayakan mereka. Mayoritas warga di desa ini berjalan kaki untuk mengambil air bersih di sungai Renggeang. Meski jaraknya jauh antara tiga sampai empat kilo meter dari rumah mereka, warga tidak menjadikan itu beban. Menurut mereka ketimbang harus mengeluarkan uang untuk membeli air bersih di pasar mending mereka mengambilnya di sungai secara gratis. [Keisyah Aprilia/BenarNews]

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.

Tampilan selengkapnya