Indonesia: 42 Delegasi Siap Hadiri Pertemuan Menteri Keuangan G-20

Sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi G20, Indonesia mempertimbangkan apakah akan mengundang Ukraina ke pertemuan yang akan diadakan pada 20 April di Washington itu.
Dandy Koswaraputra
2022.04.14
Jakarta
Share on WhatsApp
Share on WhatsApp
Indonesia: 42 Delegasi Siap Hadiri Pertemuan Menteri Keuangan G-20 Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo terlihat di layar menyampaikan pidatonya dalam pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 di Jakarta Convention Center, 17 Februari 2022.
[Reuters]

Pemerintah Indonesia mengatakan pada Kamis bahwa 42 delegasi akan menghadiri pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20 secara baik secara fisik maupun virtual pekan depan.

Kementerian Keuangan menyatakan Indonesia sebagai presiden G-20 tahun ini mengundang semua menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 20 negara anggota ke pertemuan yang akan diadakan pada 20 April di Washington, termasuk Rusia, meski ada seruan dari Amerika Serikat agar Moskow dikeluarkan dari kelompok.

“Semua negara punya hak untuk hadir. Sebanyak 42 heads of delegations akan hadir secara fisik dan sisanya virtual,” kata seorang sumber di Kementerian Keuangan di Jakarta kepada BenarNews, seraya menolak mengonfirmasi kehadiran wakil Rusia dalam pertemuan itu.

Dalam sebuah brifing dengan sejumlah jurnalis, pejabat Kementerian Keuangan, Wempi Saputra, mengatakan bahwa Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov sudah memastikan akan menghadiri pertemuan tersebut secara virtual.

Indonesia mempertimbangkan apakah akan mengundang Ukraina ke pertemuan di Washington untuk membahas dampak perang di Ukraina, ungkap Wempi seperti dikutip Reuters, Kamis.

Pekan lalu, Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen yang mengatakan negaranya tidak akan mengirim delegasi ke sejunlah pertemuan G-20 jika wakil dari Rusia itu juga hadir.

Pertimbangkan Undang Ukraina

Indonesia masih mengkaji kemungkinan mengundang delegasi Ukraina dalam pertemuan pemimpin G-20 yang akan dilangsungkan di Bali, November mendatang, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah.

Hal ini menyusul pernyataan Presiden AS Joe Biden yang meminta Indonesia mengundang negara yang sedang berperang itu jika Rusia tetap hadir dalam forum itu.

"Masalah ini masih terus dikonsultasikan dengan berbagai kalangan, berbagai konstituen politik luar negeri di tanah air, supaya lebih komprehensif lagi saat Indonesia akhirnya mengambil keputusan itu (mengundang Ukraina)," ujar kata Faizasyah dalam press briefing virtual, Kamis.

Faizasyah sebelumnya mengatakan bahwa Indonesia melakukan konsultasi dengan seluruh anggota G-20 untuk memetakan pandangan masing-masing negara mengenai perkembangan konflik Rusia dan Ukraina saat ini.

"Tentu kita juga mendengarkan pandangan mereka atas isu yang dilontarkan beberapa pemimpin dunia di sana sekarang," ujar Faizasyah.

Pada sisi lain, Menlu Retno Marsudi masih akan melakukan putaran kedua konsultasi dengan beberapa negara Eropa terkait penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G-20 saat melakukan lawatan ke kawasan tersebut minggu depan.

"Pada putaran kedua ini boleh dikatakan lebih kepada bagaimana menavigasi respons G-20 terkait isu Ukraina, termasuk dampak ekonomi yang seluruh dunia saat ini sedang rasakan," ujar Kepala Biro Dukungan Strategis Pimpinan Kementerian Luar Negeri Achmad Rizal Purnama.

Rizal mengungkapkan Retno juga akan melakukan komunikasi dengan Menlu Uni Eropa, Jerman, dan Italia, selain soal penyelenggaraan KTT G20 juga bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral dengan masing-masing negara yang dikunjungi.

Sebelumnya, Komisi I DPR mendesak Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk menggunakan pengaruh internasionalnya sebagai pemegang kepresidenan G-20 dengan berbicara langsung kepada pemimpin Rusia dan Ukraina demi meredakan perang Rusia.

Mereka juga mengingatkan bahwa G-20 terancam pecah karena keputusan Indonesia untuk mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin ke konferensi tingkat tinggi (KTT) para kepala negara kelompok itu di Bali pada bulan Oktober.

“Saya lihat peluang (menjadi juru damai) itu ada. Saya berharap Presiden Jokowi mau bertemu pemimpin Rusia dan Ukraina,” kata anggota DPR Effendi Simbolon dalam dengar pendapat dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, pekan lalu.

Undangan Untuk Rusia Sudah Terkirim

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menyatakan Putin berniat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G20 pada November tahun ini di Bali, meski keputusan masih bisa berubah.

"Undangan dari Presiden Jokowi telah dikirimkan," ujar Vorobieva seperti dikutip Liputan6.com, Kamis.

"Sebagai duta besar, saya sangat berharap presiden kami akan mengunjungi Indonesia dan menghadiri G-20," kata dia.

"Kami mengapresiasi posisi pemerintah Indonesia yang sangat tepat fokus kepada agenda ekonomi," ucap Dubes Lyudmila.

Negara-negara yang akan diundang adalah negara G-20 yang beranggotakan Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, China, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, Turki, dan Uni Eropa.

Selain itu, negara-negara yang akan diberikan kursi delegasi dalam pertemuan Finance Track adalah Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Spanyol, Belanda, Swiss, Uni Emirat Arab, Congo, Rwanda, Fiji, Antigua dan Barbuda, dan Kamboja.

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.

Tampilan selengkapnya