Indonesia Tawarkan Elon Musk Lahan untuk Landasan Baru SpaceX

Penawaran itu muncul dalam pembicaraan Jokowi - Musk melalui telepon akhir pekan lalu.
Ronna Nirmala
Jakarta
2020-12-14
Share
Indonesia Tawarkan Elon Musk Lahan untuk Landasan Baru SpaceX Pemilik SpaceX dan CEO Tesla Elon Musk dalam sebuah acara penghargaan di Berlin, 1 December 2020.
AFP

Pemerintah Indonesia mengundang Elon Musk untuk melihat Indonesia sebagai salah satu lokasi landasan peluncuran roket SpaceX yang dikembangkan perusahaan milik miliarder asal Amerika Serikat tersebut, demikian keterangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

Salah satu lokasi yang ditawarkan untuk SpaceX berada di Biak, Papua, tempat rencana pembangunan landasan peluncuran wahana antariksa pertama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). 

“Sebenarnya kita punya beberapa lokasi yang cocok untuk pendaratan. Salah satunya iya yang di Biak itu,” kata juru bicara Kemenko Marves, Jodi Mahardi melalui sambungan telepon dengan BenarNews, Senin (14/12). 

Jodi menyebut Indonesia bisa menjadi lokasi yang tepat bagi peluncuran roket SpaceX karena terletak di antara garis khatulistiwa. “Sebenarnya ini strategis juga ya untuk (investor) AS,” kata Jodi. 

“Secara cost akan lebih menarik buat SpaceX kalau mereka punya landasan di khatulistiwa,” lanjutnya. 

Penawaran Indonesia untuk SpaceX itu muncul dalam pembicaraan antara Jokowi dan Musk melalui sambungan telepon pada Sabtu pekan lalu. 

Selain menawarkan lokasi landasan roket, Jokowi turut mengajak pendiri dan CEO perusahaan mobil listrik Tesla itu berinvestasi melalui pembangunan pabrik nikel di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah.

Jodi mengatakan, dalam percakapan tersebut pemerintah menjelaskan mengenai kebijakan Indonesia untuk bahan baku seperti nikel, kobalt, tembaga, aluminium atau bauksit dan lainnya yang akan diproses secara lokal untuk diubah menjadi produk bernilai tambah seperti baterai. 

“Indonesia ingin mengembangkan ini dengan bermitra dengan beberapa mitra potensial, termasuk Tesla,” katanya. 

Untuk tindak lanjutnya, Musk dikabarkan akan mengirim tim dari SpaceX dan Tesla ke Indonesia pada Januari 2021. 

“Pembicaraan kemarin belum banyak detail, baru pembicaraan tahap awal. Kita juga belum tahu detail programnya sendiri seperti apa. Makanya dia akan kirim tim dulu ke sini,” kata Jodi. 

LAPAN saat ini tengah meneruskan pembangunan landasan untuk peluncuran di atas lahan seluas 100 hektare di Biak, Papua.

Biak dipilih karena memiliki jarak paling dekat garis ekuator dengan garis lintang sekitar 1 derajat selatan. Selain Biak, lokasi yang juga strategis sebagai tempat bandara antariksa adalah Morotai, Maluku; Pulau Enggano, Bengkulu; dan Pulau Nias, Sumatra Utara.

Ketua LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan lembaganya memiliki dua skenario untuk bandar antariksa di Biak, yaitu skala kecil untuk uji terbang roket dan peluncuran roket kecil dan kedua skala besar untuk peluncuran roket internasional.

“Untuk pembangunan bandar antariksa skala besar perlu investor internasional. Oleh karenanya LAPAN dalam berbagai kesempatan sudah menawarkan kepada mitra internasional untuk menjadi investor bandar antariksa,” ujarnya kepada BenarNews.

Negara yang ditawarkan meliputi Korea Selatan, Jepang, Cina, India, dan AS, kata Thomas.

“Pada 2019 diadakan  space dialogue antara Indonesia dan AS, termasuk di dalamnya LAPAN menawarkan bandar antariksa di Biak,” ujarnya.

“Pada kesempatan kegiatan lanjutan di AS, LAPAN juga bertemu perwakilan SpaceX untuk membahas tentang pembangunan bandar antariksa di Biak. Pembicaraannya masih bersifat umum,” ujarnya.

“Semoga tawaran Presiden kepada Elon Musk mendapat respons positif.”

Thomas menyebut peluncuran yang dilakukan di lokasi dekat ekuator bisa dilakukan dari berbagai arah. Selain itu, biayanya menjadi lebih murah karena tidak perlu ada manuver untuk mengubah orbitnya. 

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro pada bulan lalu juga menyebut pembangunan bandara antariksa akan jauh lebih menguntungkan ketimbang menciptakan roket. 

“Tapi tentu semua itu harus diiringi dengan penguasaan ilmu dan teknologi keantariksaan yang mumpuni,” katanya dalam webinar nasional bertajuk Ekonomi Keantariksaan Sebagai Penggerak Pertumbuhan Menuju Indonesia Emas. 

Intens jajaki Tesla

Pada pertengahan November, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berkunjung ke Amerika Serikat untuk membahas sejumlah kerja sama di bidang investasi termasuk rencana investasi Tesla di industri baterai mobil listrik di Indonesia. 

Namun rencana pertemuan langsung dengan Elon Musk batal lantaran pebisnis tersebut dinyatakan positif COVID-19. 

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut Indonesia memiliki 45 persen cadangan nikel dunia yang menjadi salah satu komponen dalam pembuatan baterai. 

Pada 2018, Indonesia mengekspor nikel hingga mencapai 19,7 juta ton dengan Cina sebagai negara tujuan ekspor tertinggi. 

Namun pada 2019, ekspor nikel mentah dilarang karena UU Minerba mengharuskan pengolahan bijih nikel menjadi feronikel yang dapat memberikan nilai tambah hingga empat kali lipat. 

Dalam wawancara dengan Reuters, pertengahan November, Jokowi mengatakan pihaknya berencana menjadikan Indonesia sebagai penghasil baterai litium terbesar di dunia dan oleh karenanya mengirim delegasi ke AS untuk bertemu langsung dengan eksekutif Tesla. 

“Ini sangat penting karena kami punya rencana besar untuk menjadikan Indonesia penghasil baterai litium terbesar dan kami punya cadangan nikel terbesar,” kata Jokowi. 

Hingga kini baru ada perusahaan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, yang berkomitmen mengembangkan mobil listrik melalui pembangunan pabrik di lahan seluas 77,6 hektare di Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat, dengan nilai investasi sebesar U.S.$1,55 miliar hingga 2030. 

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.

Tampilan selengkapnya