ISIS Adalah Musuh Bersama: Cameron

Oleh Aditya Surya
2015.07.27
150727_ID_ADITYA_CAMERON_700.jpg Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) saat memperkenalkan Perdana Menteri Inggris David Cameron (kanan) kepada anggota Kabinet Kerja di Istana Negara di Jakarta pada tanggal 27 Juli 2015
AFP

Dalam kunjungannya ke Indonesia tanggal 27 Juli, Perdana Menteri Inggris David Cameron menggarisbawahi pentingnya usaha bersama menangkal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan mengembangkan ekonomi kedua negara melalui peningkatan hubungan perdagangan.

"ISIL [nama lain ISIS] adalah musuh bersama…kami sudah sepakat untuk meningkatkan upaya bersama untuk mengatasi ancaman teroris dan untuk melawan narasi ekstremis,” kata Cameron di Istana Negara hari Senin.

Cameron mengatakan bahwa ideologi ISIS telah memasuki semua lapisan masyarakat termasuk di Inggris, dan karena itu kerjasama antara negara di dunia diperlukan untuk menangkal gerakan ISIS.

“Kita hanya akan bisa mengalahkan para teroris brutal ini, jika kita mengambil tindakan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Jika kita bersatu dengan negara-negara di seluruh dunia menghadapi musuh bersama ini," katanya lanjut.

Kunjungan Perdana Menteri Inggris ke Indonesia kali ini merupakan kunjungan yang kedua kalinya. Kunjungan pertama dilakukan tanggal 11 April tahun 2012 lalu.

Selain membahas tentang ISIS, PM Inggris ini juga mengatakan pentingnya penguatan ekonomi untuk Indonesia dan Inggris.

Sinyal bagus untuk perekonomian Indonesia

Cameron mengatakan bahwa negaranya tengah berusaha mencari pasar baru di Asia.

"Itu sebabnya kami senang mengembangkan kerjasama bisnis untuk pasar yang luas dan dinamis ini, dengan membawa penawaran senilai lebih dari £ 750 (US$ 1,2 milyar) juga dan membuka peluang bagi orang-orang yang bekerja keras di negara kami," katanya.

"Selama 20 tahun ke depan, 90 persen pertumbuhan ekonomi global diperkirakan datang dari luar Eropa, dan Inggris harus siap," jelas Cameron memberikan prediksi ekonominya.

Kunjungan Cameron disambut hangat oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Jokowi mengatakan ia berharap agar pemerintah Inggris dapat memberikan tarif lebih rendah untuk produk-produk unggulan Indonesia yang memasuki pangsa pasar Inggris termasuk kayu, pakaian, kopi dan produk perikanan.

Selain tentang industri dan investasi, Jokowi juga meminta agar ada pembebasan visa ke Inggris bagi para wisatawan dari Indonesia serta pemegang paspor dinas dan diplomatik.

“Indonesia sudah lama memberikan bebas visa bagi warga Inggris yang ingin mengunjungi Indonesia,” katanya.

Empat hal penting

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan ada empat hal penting yang ditandatangani oleh kedua negara dalam kunjungan Cameron ke Indonesia kali ini.

“Empat kesepakatan kerja sama yaitu di bidang maritim. Kemudian di bidang ruang angkasa. Hal ketiga yang adalah persetujuan di bidang pemberantasan terorisme dan tindak kejahatan lintas batas, dan keempat adalah kemitraan riset dan inovasi,” katanya kepada BeritaBenar hari Senin.

Pratikno juga menjelaskan bahwa persetujuan ini bukan hanya menggarisbawahi tentang investasi tetapi juga peningkatan sumber daya.

"Pemerintah bukan hanya akan memperbesar investasi tapi juga memperluas variasi investasi," kata Pratikno.

Ancaman Global dari ISIS

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan bahwa Inggris bersungguh-sungguh memerangi ISIS.

“Banyak dari warga kami yang diperkirakan telah bergabung dengan ISIS atau mengikuti ideologi ISIS,” kata Malik dalam dialog lintas agama di Jakarta tanggal 26 Juli yang merupakan rangkaian kegiatan kunjungan kenegaraan PM Inggris di Indonesia.

"Kami mengajak Indonesia untuk ikut melawan ISIS,” katanya lanjut.

Dalam kesempatan tersebut Malik memberikan pujian terhadap toleransi di Indonesia.

Ia mengatakan bahwa pemerintah Inggris menilai Indonesia berhasil mengatasi radikalisme dan menekan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang telah bergabung dengan ISIS.

"Berdasarkan data pemerintah Indonesia, sekitar 500 WNI bergabung dengan ISIS. Sementara angka di Inggris lebih tinggi padahal jumlah penduduknya lebih sedikit," katanya seraya menambahkan bahwa diperkirakan sekitar 1.600 warga Inggris telah bergabung dengan ISIS.

"Hal ini menunjukkan Indonesia berhasil menekan perkembangan terorisme. Kami akan belajar dari Indonesia bagaimana menangani ekstremisme dan membangun toleransi," katanya.

Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris mengatakan bahwa pihaknya sepakat bahwa kerjasama antara negara sangat diperlukan untuk memberantas ISIS.

“Indonesia tentunya menyambut baik kerjasama ini,” katanya kepada BeritaBenar hari Senin.

Ia mengatakan bahwa meskipun jumlah WNI yang berperang ke Suriah termasuk kecil tetapi Indonesia masih harus berjuang keras menangkal ideologi ISIS yang semakin berkembang pesat dalam masyarakat.

“Menangkal ideologi tidak mudah dilakukan, ini butuh waktu yang panjang serta kemauan keras,” katanya lanjut.

Kunjungan ke Malaysia

Setelah mengunjungi Indonesia, PM Inggris ini melanjutkan lawatannya ke Singapura, Vietnam dan Malaysia.

Dalam rencana kunjungan ke Malaysia, Cameron diperkirakan akan menuai kontroversi, terutama saat ini Perdana Menteri Malaysia Najib Razak sedang menjadi sorotan dunia atas tuduhan ratusan juta dolar yang masuk ke rekening pribadinya dari perusahaan milik negara.

Kedua pihak Najib dan perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Kasus ini sedang diselidiki oleh pihak berwenang Malaysia dan komite parlemen negara tersebut, menurut AFP.

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.