Follow us

Jembatan Ambruk di Taiwan, 3 WNI, 2 Warga Filipina Tewas

Deplu: Ketiga WNI yang tewas adalah TKI resmi yang bekerja di kapal penangkap ikan Taiwan.
Dennis Jay Santos
Davao, Filipina
2019-10-02
Email
Komentar
Share
Petugas penyelamat menggunakan derek dan ekskavator untuk mengangkat puing-puing dua kapal penangkap ikan yang hancur diterpa jembatan yang runtuh di Nanfangao, sebuah desa nelayan di di Taiwan, 1 Oktober 2019.
Petugas penyelamat menggunakan derek dan ekskavator untuk mengangkat puing-puing dua kapal penangkap ikan yang hancur diterpa jembatan yang runtuh di Nanfangao, sebuah desa nelayan di di Taiwan, 1 Oktober 2019.
AP

Tiga warga negara Indonesia dan dua warga Filipina dipastikan tewas, sementara seorang warga Filipina masih belum ditemukan dan diduga juga telah meninggal ketika sebuah jembatan di sebuah teluk di Taiwan bagian timur ambruk, menjatuhkan truk tangki minyak yang kemudian menghantam kapal-kapal di bawahnya, demikian kata pihak berwenang Indonesia dan Filipina, Rabu.

Dua warga Filipina yang tewas diidentifikasi sebagai Andree Abregana Serencio dan Gorge Jagmis Impang, berada di sebuah kapal ikan ketika jembatan di daerah Yilan itu runtuh pada Selasa, demikian kata Departemen Luar Negeri Filipina. Pekerja lain, diidentifikasi sebagai Romulo Escalicas Jr., masih hilang, dan diperkirakan yang bersangkutan juga telah meninggal

Di Jakarta, pihak berwenang mengatakan jenazah ketiga WNI tersebut telah berada di RS Veteran Yilan. Ketiganya adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang resmi bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal ikan milik Taiwan telah dibawa ke RS Veteran di Yilan. Runtuhnya jembatan itu juga melukai empat ABK di kapal itu

“Kantor Perdagangan Indonesia di Taipei dan Kementerian Luar Negeri akan memfasilitasi pemulangan para korban dan pemenuhan hak-hak mereka sebagai pekerja,” kata Joedha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI.

 

 

Setidaknya lima orang diyakini berada di jembatan ketika jembatan itu runtuh, kata Menteri Dalam Negeri Taiwan Hsu Kuo-yung kepada wartawan. Sepuluh orang dilarikan ke rumah sakit, enam di antaranya luka parah, tambahnya.

"Departemen tenaga kerja menyampaikan simpati kepada keluarga pekerja Filipina yang tewas di atas kapal penangkap ikan yang hancur saat jembatan ambruk," kata kementerian Filipina itu dalam sebuah pernyataan.

"Operasi pencarian dan pengangkatan korban masih berlangsung di lokasi kecelakaan," demikian pernyataan departemen itu seraya menambahkan bahwa lima pekerja Filipina lainnya yang terluka telah dibawa ke rumah sakit.

Badan Pemadam Kebakaran Nasional Taiwan juga melaporkan bahwa enam orang diyakini terjebak di salah satu dari tiga kapal penangkap ikan yang hancur, menurut Associated Press. Tanker itu jatuh memicu kebakaran di truk tetapi tidak menyebar di luar kendaraan, katanya.

Kecelakaan itu terjadi Selasa ketika jembatan setinggi 460 kaki, yang tampaknya tidak terlalu kuat akibat badai sebelumnya, jatuh ketika sebuah truk tanker minyak melintas, kata pejabat penyelamat Taiwan.

Derek dan ekskavator digunakan untuk mengangkat puing-puing dua kapal penangkap ikan yang hancur ditimpa jembatan, sementara penyelam dan penyelamat juga menjelajahi teluk di Nanfangao, sebuah desa nelayan kecil di pesisir Pasifik, menurut diplomat Filipina.

Pihak berwenang Taiwan melihat kemungkinan melemahnya kabel yang menahan jembatan karena topan baru-baru ini yang melanda Taiwan," Lito Banayo, utusan de facto Manila untuk Taiwan, mengatakan kepada radio Filipina.

Ada sekitar 200.000 buruh migran Indonesia di Taiwan, demikian disampaikan Menteri Tenaga Kerja Indonesia, Hanif Dhakiri, dalam sebuah wawancara media pada April 2018 seperti dikutip di Kompas.com.

Tia Asmara di Jakarta turut berkontribusi dalam laporan ini.

Tampilan selengkapnya