Kunjungi Korban Gempa di Mamuju, Jokowi Minta Utamakan Kebutuhan Pengungsi

Awal tahun 2021 ditandai dengan sejumlah bencana alam di Indonesia dan juga jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.
Keisyah Aprilia dan Ronna Nirmala
Mamuju dan Jakarta
2021-01-19
Share
Kunjungi Korban Gempa di Mamuju, Jokowi Minta Utamakan Kebutuhan Pengungsi Presiden Joko Widodo mengunjungi posko pengungsian warga korban gempa bumi di Stadion Manakarra di Kota Mamuju, Sulawesi Barat, 19 Januari 2021.
Keisyah Aprilia/BenarNews

Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengunjungi Kabupaten Mamuju di Sulawesi Barat Selasa (19/1) untuk menemui pengungsi dan memantau pemberian bantuan empat hari setelah gempa berkekuatan 6,2 magnitudo menewaskan setidaknya 84 orang dan melukai ratusan lainnya. 

Jokowi tiba di Sulawesi Barat bersama dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk mengecek langsung situasi pasca-gempa yang mengguncang Mamuju dan Kabupaten Majene pada Jumat pekan lalu itu. 

Jokowi meminta pemerintah daerah dan otoritas terkait untuk mengutamakan terpenuhinya kebutuhan pengungsi dan berjanji untuk memberikan bantuan dana kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan. 

“Saya datang untuk memastikan bahwa proses, evakuasi, bantuan kepada masyarakat, logistik, dan juga tenda pengungsi terkelola dengan baik,” kata Jokowi.

“Tadi saya sudah sampaikan ke Gubernur, untuk gedung-gedung pemerintah yang roboh, setelah diaudit nanti, pemerintah pusat akan segera bangun kembali,” ujarnya.

“Kemudian untuk rumah penduduk yang roboh, pemerintah akan bantu.”

Pemilik rumah yang rusak berat akan mendapant bantuan 50 juta rupiah, rusak sedang 25 juta dan rusak ringan 10 juta, kata Jokowi.

Menurut BNPB, setidaknya 84 orang meninggal dunia akibat gempa dan nyaris 20.000 orang mengungsi. Setidaknya 253 mengalami luka-luka. 

BNPB juga mencatat 1.150 unit rumah dan 15 bangunan sekolah mengalami kerusakan.

Seorang korban gempa di Mamuju, Farida Amma, mengaku tertindih lemari selama lima jam hingga pingsan sebelum diselamatkan. 

“Saya sangat bersyukur karena ditindih lemari. Coba kalau tidak ada lemari, mungkin saya sudah mati ditindih dinding rumah,” kata Farida, 54, saat ditemui BenarNews di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulawesi Barat. 

Farida, yang mengalami patah kaki dan memerlukan operasi, mengatakan tetap bersyukur karena anak, menantu, dan cucunya selamat. 

Pasangan suami-istri Andi Fadlan dan Ayu Ningrum tidak seberuntung Farida.

Fadlan mengatakan ibu dan anaknya tewas akibat gempa. 

“Sebelum bencana, memang sudah tiga malam ibu tidur sama anak kami. Saya dan istri masih seperti tidak percaya ibu dan anak kami bisa meninggal dunia bersamaan,” kata Fadlan. 

Nur Cahya, yang baru setahun membeli rumah dua lantai di Mamuju, harus rela kehilangan tempat tinggalnya yang roboh. 

“Satu pun barang tidak bisa diselamatkan dari rumah,” ujar Nur, yang sempat menyelamatkan diri bersama keluarganya saat gempa. 

“Hasil kerja keras kami belikan rumah, ketelah gempa sedih sekali kami lihat hancur seperti itu,” ujarnya. 

Foto yang diambil dan dirilis pada 15 Januari 2021 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB) ini menunjukkan para penyelamat mengevakuasi penduduk desa dengan perahu karet di daerah banjir di kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.[AFP]
Foto yang diambil dan dirilis pada 15 Januari 2021 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB) ini menunjukkan para penyelamat mengevakuasi penduduk desa dengan perahu karet di daerah banjir di kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.[AFP]

Banjir Kalimantan Selatan

BNPB melaporkan korban meninggal dunia akibat banjir di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan mencapai 15, sementara 39.549 warga harus mengungsi akibat ketinggian air yang mencapai rerata 1 meter. 

Presiden Jokowi yang melakukan kunjungan ke Kabupaten Banjar pada Senin (18/1), mengatakan bencana banjir ini adalah yang terbesar sejak lebih dari 50 tahun terakhir di Kalimantan Selatan. 

Jokowi menyebut curah hujan tinggi sebagai penyebab air sungai meluap. “Curah hujan yang sangat tinggi hampir 10 hari berturut-turut sehingga daya tampung Sungai Barito yang biasanya menampung 230 juta meter kubik sekarang ini masuk air sebesar 2,1 miliar kubik air dan meluap di 10 kabupaten dan kota,” kata Jokowi. 

Analisa satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menemukan adanya curah hujan tinggi selama beberapa hari dan berkurangnya luasan lahan hutan primer di Kalimantan Selatan yang diduga menjadi ihwal terjadinya banjir.

Terkait luasan hutan primer, LAPAN juga menemukan perbedaan cukup signifikan antara lahan pada tahun 2010 dan 2020. Sebaliknya, terjadi perluasan area perkebunan sebesar 219 ribu hektare dalam kurun waktu yang sama. 

"Data menunjukkan dalam kurun waktu 10 tahun tersebut ada penurunan luas hutan primer, hutan sekunder, sawah dan semak belukar, yaitu masing-masing menurun sebesar 13 ribu hektare, 116 ribu hektare, 146 ribu hektare, dan 47 ribu hektare," kata Koordinator Humas Lapan Jasyanto dalam keterangan, Selasa. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyebut Kalimantan Selatan dalam kondisi darurat ruang dan bencana ekologis akibat 50 persen wilayahnya sudah dibebani dengan izin tambang dan perkebunan kelapa sawit. 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir pada 14 Januari 2021. 

Petugas memeriksa potongan-potongan puing pesawat yang ditemukan dari lokasi jatuhnya penerbangan Sriwijaya Air SJY182, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 15 Januari 2021. [AFP]
Petugas memeriksa potongan-potongan puing pesawat yang ditemukan dari lokasi jatuhnya penerbangan Sriwijaya Air SJY182, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 15 Januari 2021. [AFP]

Sriwijaya Air

Tim gabungan investigasi kecelakaan Indonesia, AS, dan Singapura telah berhasil mengunduh data dari Flight Data Recorder (FDR) Sriwijaya Air SJ-182 yang mencakup 27 jam atau 18 penerbangan termasuk penerbangan yang mengalami kecelakaan pada 9 Januari itu, sebut Kepala Sub-Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo, Selasa. 

“Kami mendapatkan beberapa petunjuk untuk didalami lebih lanjut untuk data yang kami perlukan dalam investigasi dan kami juga sangat mengharapkan CVR (Cockpit Voice Recorder) dapat ditemukan,” katanya di Jakarta, Selasa. 

KNKT berharap dapat merilis laporan awal hasil investigasi kecelakaan Sriwijaya Air pada bulan depan, atau 30 hari setelah kecelakaan, kata Nurcahyo dalam konferensi pers. 

Pada Minggu (17/1) tim National Transportation Safety Board (NTSB) dari Amerika Serikat tiba di Indonesia untuk bergabung dalam penyelidikan jatuhnya SJ-182 jenis Boeing 737-500 di perairan Kepulauan Seribu sekitar lima menit setelah lepas landas menuju Pontianak. 

Tim NTSB dari AS terdiri dari perwakilan Federal Aviation Administration (FAA), Boeing, dan General Electric. 

NTSB bergabung dengan dua penyidik Transport Safety Investigation Bureau (TSIB) Singapura yang sudah tiba lebih dulu pada Rabu (13/1) dan tim KNKT di pusat komando pencarian dan penyelamatan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Sementara itu, pencarian korban dan juga CVR yang merekam suara di kokpit pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada Selasa, terpaksa dihentikan akibat kendala cuaca buruk di Perairan Kepulauan Seribu, ucap Direktur Operasi Basarnas Brigjen Rasman MS kepada jurnalis. 

“Untuk hari ini kondisi cuaca sangat-sangat tidak bersahabat, sangat tidak menguntungkan untuk dilakukan penyelaman,” kata Rasman. 

Meski salah satu bagian kotak hitam dari SJ-182 telah berhasil ditemukan, namun tim tetap harus mencari bagian CVR dari pesawat yang mengangkut 50 penumpang dan 12 kru itu. 

Kepala Basarnas Bambang Suryo Aji mengatakan upaya pencarian CVR lebih sulit dilakukan karena alat tersebut tak lagi memancarkan sinyal sehingga tidak bisa terdeteksi oleh pinger locator. Sebelumnya, TNI AL telah menemukan casing dan underwater locator beacon (ULB) dari CVR SJ-182. Kendati demikian, KNKT masih memerlukan bagian memori yang menjadi komponen utama dari CVR. 

Sebanyak 23 jenazah dari 40 korban Sriwijaya Air SJ-182 yang berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses penghormatan terakhir, demikian juru bicara kepolisian Brigjen Rusdi Hartono pada Selasa. 

Tim penyelamat didesinfeksi saat mereka mengeluarkan tubuh korban longsor yang menewaskan total 40 orang di Sumedang, Jawa Barat, pada 17 Januari 2021. [AFP]
Tim penyelamat didesinfeksi saat mereka mengeluarkan tubuh korban longsor yang menewaskan total 40 orang di Sumedang, Jawa Barat, pada 17 Januari 2021. [AFP]

Longsor Sumedang

Tim SAR gabungan pada Senin (18/1), berhasil menemukan seluruh 40 jenazah korban yang merujuk pada laporan warga yang kehilangan keluarga dan kerabatnya dalam bencana longsor di Sumedang, Jawa Barat. 

“Ini adalah pencarian terakhir dari penambahan waktu tiga hari. Alhamdulillah di penambahan hari ke-10 ini, seluruh korban berhasil ditemukan,” kata Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah dalam keterangan tertulis, Selasa. 

Longsor di Desa Cihanjuang, Kabupaten Sumedang terjadi pada 9 Januari 2021 sebanyak dua kali. 

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan penyebab terjadinya longsor adalah akibat pelapukan beberapa jenis bebatuan dan juga area yang mengalami longsor berada di tebing lahan terbuka tanpa ada vegetasi berakar kuat. 

“Hujan yang turun dengan intensitas tinggi menjadi pemicu terjadinya gerakan tanah,” kata Kasbani, dalam keterangan tertulisnya. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya akan merelokasi ratusan rumah yang terdampak bencana tersebut. PVMBG telah mengidentifikasi 224 rumah masuk zona merah di wilayah itu, kata Basuki, yang terbagi 132 rumah di atas lokasi longsor—Perumahan SBG Parakan Muncang—dan 92 lainnya di Perumahan Pondok Daud. 

“Secara prinsip pemerintah melalui Kementerian PUPR akan membantu relokasi rumah warga yang berada di zona merah, dan tanahnya akan disiapkan oleh Pemerintah Daerah Sumedang,” kata Basuki.

Aliran lahar dari Gunung Merapi dilihat dari Yogyakarta pada 19 Januari 2021. [AFP]
Aliran lahar dari Gunung Merapi dilihat dari Yogyakarta pada 19 Januari 2021. [AFP]

Erupsi Semeru dan Merapi

Di Jawa Timur, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih terpantau berpotensi meningkat usai muntahan lava pijar ke arah Kabupaten Lumajang pada Sabtu (16/1) sore, sebut Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani. 

“Potensi peningkatan status masih ada. Kami terus monitor intensif untuk memantau perkembangan aktivitasnya setiap 6 jam,” kata Kasbani kepada BenarNews. 

Setidaknya 14 kecamatan di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang terdampak abu vulkanik yang meluncur pada Sabtu pekan lalu. Pemerintah kabupaten setempat telah menyiapkan lokasi pengungsian, namun sebagian besar warga memilih untuk bertahan di rumah mereka masing-masing, sebut laporan KOMPAS.id

Kendati demikian, PVMBG meminta warga mewaspadai ancaman bahaya susulan berupa aliran lahar pada saat hujan di sungai yang berhulu di daerah puncak. 

“Awan panas guguran masih teramati satu kali. Kegempaan berfluktuatif, didominasi gempa-gempa permukaan. Mengindikasikan pergerakan magma ke permukaan masih terjadi,” tulis laporan PVMBG, Selasa. 

Sementara pada Selasa dini hari, Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran dengan tinggi 500 meter mengarah ke barat daya atau hulu Kali Krasak, yang memisahkan Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, sejauh 1.800 meter. 

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Merapi berdasarkan hasil pengamatan selama 8 hingga 14 Januari 2021, masih cukup tinggi dan tetap pada Level III atau Siaga. 

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.

Tampilan selengkapnya