Follow us

Polisi Tak Miliki Cukup Data untuk Tangkap 4 Pria dalam Kasus Kim Jong-nam

Siti Aisyah menangis kunjungi bandara untuk persidangan.
Hareez Lee, Fadzil Aziz & Hadi Azmi
Shah Alam, Malaysia
2017-10-25
Email
Komentar
Share
Polisi Malaysia mendampingi Siti Aisyah menuju pengadilan Shah Alam dekat Kuala Lumpur, 25 Oktober 2017
Polisi Malaysia mendampingi Siti Aisyah menuju pengadilan Shah Alam dekat Kuala Lumpur, 25 Oktober 2017
Hadi Azmi/BeritaBenar

Pihak berwenang Malaysia mengatakan tidak memiliki cukup informasi untuk menangkap empat laki-laki Korea Utara yang dipertimbangkan sebagai tersangka dalam pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Bandara International Kuala Lumpur (KLIA2) pada 13 Februari lalu, penyidik kasus tersebut bersaksi pada Rabu, 25 Oktober 2017.

Keempat tersangka pria yang terlihat dalam rekaman video diidentifikasi oleh Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz, penyidik kasus tersebut, dalam kesaksiannya pada 12 Oktober, sebagai Mr Chang, Mr. Y, James dan Hanamori.

Wan Azirul diinterogasi oleh jaksa pada Rabu di Pengadilan Tinggi Shah Alam Malaysia untuk mengetahui mengapa keempat tersangka yang didakwa bersama Siti Aisyah dan Doan Thi Huong, tidak ditangkap.

Siti Aisyah (25) seorang warga negara Indonesia dan Doan Thi Huong (28) didakwa membunuh Kim Jong-nam dengan memoleskan zat beracun agen saraf VX ke muka Jong-nam di KLIA2 saat ia menunggu penerbangannya ke Macau.

"Keempat tersangka tersebut belum ditangkap oleh polisi karena kurangnya informasi tentang mereka," kata Wan Azirul. "Hasil penyelidikan saya, saya hanya bisa mendapatkan nama panggilan mereka, dan tidak ada rincian lebih lanjut seperti nomor paspor atau nomor telepon mereka."

Wan Azirul mengatakan bahwa penegak hukum Malaysia telah mencoba untuk menemukan keempat pria tersebut dengan berkoordinasi dengan Interpol.

Keempat pria tersebut teridentifikasi berdasarkan penyidikan terhadap Aisyah dan Doan.

Dalam persidangan baik Aisyah dan Doan mengaku tidak bersalah dan mengatakan mereka ditipu untuk menyerang Jong-nam mengira mereka sedang berperan dalam acara reality show di TV.

Jaksa menuduh kedua perempuan dan keempat laki-laki tersebut berniat membunuh Jong-nam, sementara pengacara kedua perempuan mengatakan bahwa Aisyah dan Doan adalah kambing hitam dan korban dari konspirasi yang rumit.

Namun jaksa berpendapat perilaku Aisyah dan Doan yang diperlihatkan dalam video CCTV menunjukkan bahwa mereka tahu cairan yang mereka kenakan di wajah Kim adalah zat kimia yang mematikan.

Menangis di bandara

Sehari sebelumnya, pada Selasa persidangan “dipindah” ke bandara KLIA2, dimana kedua perempuan yang mengenakan  rompi anti peluru mendapat penjagaan yang ketat.

Lebih dari 200 petugas polisi, sebagian dengan persenjataan lengkap bersiaga mendampingi hakim, jaksa, pengacara, dan terdakwa dalam tur di KLIA2 untuk mendapatkan perspektif yang jelas tentang bagaimana pembunuhan pada13 Februari tersebut terjadi.

Aisyah tampak emosional dan terlihat menangis dalam kunjungan di bandara tersebut.

Sempat terjadi kegaduhan ketika media berusaha mendekati kedua terdakwa dan polisi bersenjata menghentikan mereka. .

Tidak ada video pendukung

Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz (kiri), penyidik kasus pembunuhan Kim Jong-nam, meninggalkan Pengadilan Tinggi di Shah Alam setelah bersaksi dalam persidangan terhadap dua perempuan yang didakwa membunuh Kim Jong-nam, 25 Oktober 2017.
Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz (kiri), penyidik kasus pembunuhan Kim Jong-nam, meninggalkan Pengadilan Tinggi di Shah Alam setelah bersaksi dalam persidangan terhadap dua perempuan yang didakwa membunuh Kim Jong-nam, 25 Oktober 2017. HadiAzmi/BeritaBenar

Dalam kesaksiannya Wan Azirul juga mengatakan bahwa tidak ditemukan rekaman CCTV untuk memperkuat pengakuan Aisyah dan Doan yang mengatakan mereka melakukan latihan di lima wilayah di dekat bandara dalam persiapan reality show TV mereka.

Pengacara Aisyah, Gooi Soon Seng, mengatakan kepada wartawan sebelum persidangan bahwa kliennya direkrut pada awal Januari oleh seorang pria Korea Utara yang hanya mengenalnya sebagai James untuk membintangi acara lelucon reality show dengan kamera tersembunyi.

Dia mengatakan bahwa James dan Aisyah pergi ke mal, hotel dan bandara, di mana dia mengoleskan minyak atau menyemprotkan cairan pedas ke muka-muka orang.

Pertemuan tersebut direkam James dalam kamera telpon genggamnya.

Gooi juga mengatakan bahwa James membayar Aisyah antara $ 100 dan $ 200 untuk melakukan hal itu.

"Pemeriksaan pada rekaman CCTV di tiga lokasi tidak menemukan video perempuan-perempuan itu, sementara polisi tidak dapat memperoleh dua rekamnan lainnya, karena satu kamera hanya bisa menyimpan data selama tujuh hari, sementara yang lainnya tidak memiliki rekaman pada tanggal tersebut sistem CCTV sedang di upgrade,"kata Wan Azirul.

Persidangan akan dijadwalkan pada hari Kamis. Pengadilan sejauh ini telah mendengar kesaksian dari 13 saksi, termasuk ahli patologi forensik, ahli kimia dan fotografer polisi.

Tampilan selengkapnya