Perayaan Natal di Indonesia Aman

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa keragaman umat beragama di Indonesia adalah rahmat bagi semuanya.
Rina Chadijah
Jakarta
2017-12-26
Share
christmas_1000.jpg Parade Natal di Karo, Sumatra Utara, 25 Desember 2017.
AFP

Markas Besar Kepolisian (Mabes Polri) menyebutkan bahwa perayaan Natal di Indonesia berlangsung tanpa ada gangguan keamanan dan umat Kristiani merayakan Natal dengan khidmat.

"Secara umum, situasi Kamtibmas di seluruh wilayah Indonesia cukup kondusif. Tidak ada gangguan keamanan di hari Natal maupun malam misa Natal,” kata Karo Penmas Polri Brigjen M. Iqbal kepada BeritaBenar, Selasa, 26 Desember 2017.

Menurutnya, kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dimana terjadi gangguan keamanan, khususnya aksi teror pada perayaan Natal dan pergantian Tahun Baru.

Hingga Selasa petang, tutur Iqbal, polisi tidak mendapatkan indikasi ada serangan teror.

“Meski begitu kita harus tetap waspada. Sebab aksi terorisme tidak menunggu momen tertentu. Mereka bisa melakukan kapan pun. Tapi masyarakat tidak perlu resah juga,” katanya.

Sekitar 250.000 orang terdiri dari polisi, TNI, Satpol PP dan organisasi massa dikerahkan untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru 2018 di seluruh Indonesia.

Personel yang dikerahkan lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 155.000 orang.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu menjaga perayaan Natal sehingga tanpa insiden dan gangguan apapun.

Tito mengatakan ketertiban perayaan Natal tahun ini juga tak terlepas dari peran serta masyarakat, terutama Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

“Terima kasih juga untuk kader-kader Banser, sebanyak 2 juta orang ikut mengamankan Natal. Kami berterima kasih kepada Banser. Sebab tentu saja, TNI dan Polri tak ada jika tanpa rakyat Indonesia," katanya kepada wartawan.

Tito menambahkan, menjaga keamanan dan kenyamanan semua warga negara dalam merayakan hari keagamaan yang diyakini para pemeluknya adalah amanat konstitusi.

Khidmat

Sementara itu, misa Natal di Gereja Katedral Jakarta berlangsung khidmat. Lebih 10 ribu umat Katolik mengikuti misa malam Natal di gereja terbesar itu.

Selain dijaga ketat polisi, sejumlah ormas Islam juga ikut dalam pengamanan misa Natal di Katedral.

Bahkan, lahan parkir Masjid Istiqlal yang terletak persis di depan Katedral juga dijadikan sebagai tempat parkir umat Kristiani yang mengikuti misa.

Humas Gereja Katedral, Susyana Suwadie mengatakan, misa Natal digelar dalam tiga sesi.

“Seluruh umat bersuka cita menyambut Natal dalam kedamaian dan saling menjaga keberagaman,” katanya kepada wartawan.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr Ignatius Sunaryo berharap umat Kristiani terus menjaga kerukunan antar-umat beragama dan persaudaraan.

“Kami mengajak seluruh umat Kristiani untuk merefleksikan kembali nilai-nilai Pancasila yang luhur sebagai simbol bangsa beradab,” katanya kepada wartawan.

Keragaman adalah rahmat

Melalui akun twitter resminya Presiden Joko “Jokowi” Widodo menyampaikan ucapan selamat Natal untuk umat Kristiani di seluruh Indonesia.

“Untuk umat Kristiani di seluruh Indonesia, saya mengucapkan selamat merayakan Natal. Keragaman umat beragama di Indonesia adalah rahmat bagi kita semua,” tulisnya dalam akun @jokowi.

Di fanpage Facebook-nya, Jokowi menuliskan, “Semoga kedamaian dan keselamatan senantiasa menyertai kita, di dunia dan di negeri ini.”

Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan yang meninjau di sejumlah gereja juga berharap hikmah Natal memberi kedamaian yang bisa diterapkan masyarakat, khususnya di ibu kota.

"Yang menarik adalah pesan kesederhanaan dan keteduhan. Kadang di Jakarta kesederhanaan dan keteduhan menjadi barang yang mewah," katanya kepada wartawan.

Menurutnya, Jakarta adalah rumah milik semua. Karena itu, semua pihak harus menjaga rumahnya agar nyaman dan selalu teduh sehingga warga Jakarta merasa bahagia.

"Sampaikan pesan ini kepada tetangga. Semoga ini jadi bagian dari hari-hari kita di masa yang akan datang," pungkasnya.

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.

Tampilan selengkapnya