Follow us

Lebih dari 1000 TPS di Papua Gelar Pemilu Susulan

Di Wamena, Bawaslu belum bisa memastikan berapa TPS yang harus Pemilu ulang.
Victor Mambor
Jayapura
2019-04-18
Email
Komentar
Share
Seorang pemilih tunanetra dengan dibantu petugas TPS memasukkan kertas suara usai mengikuti pemilu susulan di sebuah TPS di Polimak, Kota Jayapura, Papua 18 April 2019.
Seorang pemilih tunanetra dengan dibantu petugas TPS memasukkan kertas suara usai mengikuti pemilu susulan di sebuah TPS di Polimak, Kota Jayapura, Papua 18 April 2019.
Jean Bisay/BeritaBenar

Pencoblosan susulan digelar di tujuh kabupaten di Papua, Kamis, 18 April 2019, setelah 1.191 tempat pemungutan suara (TPS) gagal menyediakan logistik pemilu hingga waktu pemungutan suara sehari sebelumnya.

Pemilu susulan di Kota Jayapura diikuti 160.469 pemilih yang tersebar di 744 TPS di Distrik Jayapura Selatan dan Abepura.

“Dua puluh dua kabupaten sudah selenggarakan Pemilu. Tinggal 20 distrik di tujuh kabupaten yang selenggarakan pemilu susulan, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Tolikara, Yahukimo, Intan Jaya dan Jayawijaya,” kata Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay.

Menurutnya, masalah yang dihadapi tujuh kabupaten tersebut selain keterlambatan logistik, juga masalah cuaca, seperti di Intan Jaya, delapan distrik belum menggelar Pemilu karena cuaca menghalangi distribusi logistik.

Ketua KPU Papua itu juga mengkonfirmasi adanya ulah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) nakal yang seringkali menyembunyikan logistik Pemilu setiap kali pesta demokrasi diselenggarakan di Jayawijaya.

“Di Wamena Kota, ada tiga TPS yang logistik dibawa lari anggota KPPS. Akibatnya, TPS itu tidak melakukan pemungutan suara pada hari pencoblosan,” ujar Kossay.

Beberapa TPS di Distrik Abepura, Kota Jayapura, terlihat logistik pemilu sudah tiba pada pukul 6:40 waktu setempat dan petugas KPPS segera menghitung surat suara sebelum mengumumkan kepada warga bahwa pencoblosan segera dimulai.

Kossay belum bisa memastikan apakah seluruh warga yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) secara keseluruhan datang untuk menggunakan hak pilihnya saat Pemilu susulan diselenggarakan.

Di Kota Jayapura, Pemilu susulan digelar di tengah hujan lebat yang mengguyur kota, sehingga dikhawatirkan berpengaruh pada kurangnya partisipasi pemilih.

Gubernur Papua, Lukas Enembe pun terpaksa mengikuti Pemilu susulan karena TPS 043, tempatnya menyalurkan hak politik di Kelurahan Ardipura, Distrik Jayapura Selatan, gagal menyelenggarakan pemilu pada hari yang ditetapkan.

“Animo pemilih sangat sedikit karena sebagian besar sudah bekerja. Hari ini, hujan deras lagi,” kata Enembe kepada wartawan.

Meski demikian, ia berharap masyarakat yang belum menyalurkan hak pilih datang ke TPS untuk memilih presiden dan wakil presiden serta legislatif, baik DPR RI, DPD RI, DPR Papua, dan DPR kabupaten/kota.

Mengenai penyebab terjadinya Pemilu susulan ini, Enembe mengaku telah berkordinasi dengan kepolisian setempat agar segera melakukan investigasi.

Sehari sebelumnya, Gubernur Papua itu mengaku kecewa karena tidak bisa mencoblos karena logistik Pemilu belum ada padahal dia sudah datang ke TPS.

Anggota KPPS di TPS 043 menyebutkan jumlah pemilih di TPS itu berjumlah 195 orang.

Surat suara yang disediakan 199 lembar dan masyarakat yang mencoblos hingga pukul 12.00 baru sekitar 75 orang.

“Kami masih menunggu kedatangan masyarakat meskipun saat ini hujan deras," kata Mathias Wiran, anggota KPPS tersebut.

TPS Pemilu ulang

Di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Komisioner Bawaslu, Ansar mengaku belum bisa memastikan TPS-TPS mana saja yang akan menggelar pemungutan suara ulang (PSU) karena pihaknya masih melakukan klarifikasi dari penyelenggara di tingkat bawah.

"Dalam satu dua hari ini dipastikan akan ada PSU, tetapi untuk TPS-nya saya belum bisa sampaikan. Karena saat diplenokan di tingkat kabupaten belum tahu TPS mana saja yang bermasalah, tetapi saya pastikan akan ada PSU di Wamena," kata Ansar.

Hingga kini, tambahnya, Bawaslu Jayawijaya masih menunggu informasi jelas dari Panwas di setiap distrik.

“Sejumlah TPS yang tidak melakukan pencoblosan karena ada logistik yang hilang dan tertukar,” pungkasnya.

Sementara itu sejumlah KPPS dari Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Selatan tak hanya memprotes keputusan penundaan pemungutan suara, tapi juga mendatangi Kantor KPU Kota Jayapura untuk meminta tambahan anggaran guna menyelenggarakan pemungutan suara susulan.

“Mengenai Pemilu susulan hari ini, kami sebagai KPPS tidak bisa berbuat apa-apa karena itu keputusan langsung dari KPU Kota Jayapura. Tetapi kami minta honor KPPS harus ditambah,” kata Nusi, Ketua KPPS 099, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan.

Tampilan selengkapnya