Pejabat Indonesia Sangkal Berita Soal Kunjungan ke Israel

Media Israel beritakan kunjungan pejabat Indonesia ke negara tersebut beberapa waktu lalu.
Arie Firdaus
2022.01.18
Jakarta
Share on WhatsApp
Share on WhatsApp
Pejabat Indonesia Sangkal Berita Soal Kunjungan ke Israel Membentangkan bendera Merah Putih dan bendera Palestina berukuran raksasa, para pengunjuk rasa melakukan demonstrasi anti-Israel di luar gedung perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jakarta, 28 Mei 2021.
AP

Otoritas Indonesia pada Selasa (18/1) menyangkal laporan media Israel yang menyatakan beberapa pejabat kesehatan telah berkunjung ke negara tersebut guna membahas penanganan COVID-19.

Kabar kunjungan ini muncul selang sepekan setelah laporan tak terkonfirmasi dari media Israel bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto hendak menjajaki normalisasi hubungan kedua negara lewat kerja sama pertanian demi mencapai ketahanan pangan.

Koran terkemuka Israel, Jerusalem Post, pada Senin (17/1) melaporkan bahwa kunjungan pejabat Kesehatan Indonesia terjadi pekan lalu dan menambahkan bahwa Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, yang juga ketua Satuan Tugas COVID-19 nasional, merupakan salah satunya. 

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengaku tidak tahu-menahu perihal kunjungan pejabat kesehatan tersebut. 

Juru bicara BNPB Abdul Muhari menyangkal kabar kunjungan Suharyanto ke Israel dengan menyebutnya sebagai “hoaks”, atau berita bohong.

"Berita dan laporan yang telah menyebar ke beberapa media nasional maupun internasional itu secara fakta tidak benar (hoaks)," ujar Abdul dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

“Letjen TNI Suharyanto belum pernah melakukan perjalanan ke luar negeri setelah dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan COVID-19 pada Rabu (17/11) lalu,” ujarnya.

Suharyanto tidak pernah merencanakan akan pergi ke Israel untuk tujuan sebagaimana ditulis dalam berita tersebut, tambahnya.

Pun, Juru bicara Satgas COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nadia Tarmidzi yang mengeklaim bahwa tidak ada rombongan dari kementeriannya yang melawat ke Israel.

“Tidak ada dari Kemenkes juga,” ujarnya kepada wartawan.

Juru bicara kementerian Teuku Faizasyah menyarankan untuk meminta konfirmasi langsung kepada lembaga kesehatan yang dilaporkan telah melakukan kunjungan ke Israel.

"Saya tidak tahu soal itu (kunjungan)," kata Faizasyah saat dihubungi.

Secara resmi, Indonesia dan Israel kini tidak memiliki hubungan diplomatik. 

Amerika Serikat Lewat Menteri Luar Negeri Antony Blinken pada Desember lalu sempat menyinggung kemungkinan normalisasi hubungan kedua negara kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Isu Israel muncul disampaikan oleh Menlu Blinken pada pertemuan dengan Menlu RI saat kunjungan ke Jakarta," kata Faizasyah pada December lalu.

"Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan posisi konsisten Indonesia terhadap Palestina bahwa Indonesia akan terus bersama rakyat Palestina memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan," ujarnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Lior Haiat, dikutip dari situs Albalad.co, tidak membenarkan atau membantah ihwal lawatan delegasi Indonesia.

Ia hanya mengatakan, "Yang bisa kami katakan adalah Israel girang bisa berbagai dengan negara lain soal pengetahuan dan pengalaman kami melawan COVID-19."

Pengamat Timur Tengah Faisal Assegaf menilai manuver pemerintah Indonesia yang menutupi pertemuan sebagai langkah rasional lantaran isu terkait Israel masih sensitif bagi sebagian Muslim di Indonesia.

"Apa yang berbau Israel masih sensitif di sini. Jadi, manuver seperti kunjungan pasti ditutupi," kata Faisal.

Faisal sendiri menduga permulaan kabar yang berasal dari radio militer Israel sebagai kesepakatan kedua negara. 

"Di sini menutup (informasi pertemuan), di sana membuka,” kata Faisal seraya menambahkan bahwa manuver tersebut sebagai langkah yang dilabelinya sebagai "cek ombak"

"Pemerintah ingin mengetes respons masyarakat di sini," lanjutnya.

"Kalau pemerintah keberatan, seharusnya sudah ada protes saat Prabowo Subianto bertukar kartu nama dengan Penasihat Keamanan Israel menyebar beberapa waktu lalu."

Kunjungan pejabat kesehatan ke Israel pun dinilai Faisal sebagai langkah rasional karena negara tersebut tergolong baik dalam menangani pandemi.

Mereka menjadi salah satu negara yang memulai vaksinasi. 

Per Desember 2021, Israel juga telah mulai menawarkan vaksinasi dosis empat kepada warga negara berisiko tinggi dan rentan, seiring penyebaran varian Omicron.

"Mereka punya teknologi kesehatan bagus, seperti Sheba Medical Center. Keluarga pejabat Hamas saja sampai berobat ke sana," pungkas Faisal merujuk pada gerakan nasionalis dan militan Islamis Palestina yang didedikasikan untuk pendirian negara Palestina dan selalu dalam konflik dengan Israel.

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.

Tampilan selengkapnya