Pengungsi Rohingya di Aceh Hanya Tersisa 350 Orang

Nurdin Hasan
Banda Aceh
2015-12-02
Share
rohingya-620 Seorang staf UNHCR sedang mendata para pengungsi Rohingya setelah dipindahkan ke lokasi penampungan di Desa Blang Ado, Kabupaten Aceh Utara, 15 Juni 2015.
BeritaBenar

Jumlah pengungsi etnis Rohingya yang ditampung di Provinsi Aceh hanya tersisa 350 orang dari sebelumnya mencapai 1.010 setelah sebagian besar mereka diyakini telah melarikan diri ke Malaysia.

Seorang pejabat Kantor Imigrasi Langsa, Afrizal menyebutkan, Rabu, bahwa pihaknya sedang memeriksa untuk diproses hukum terhadap seorang warga Indonesia karena diduga terlibat dalam upaya penyeludupan lima perempuan pengungsi Rohingya.

“Ia datang dari Medan untuk menjemput lima perempuan pengungsi Rohingya yang ditampung di gedung Panti Gepeng di Kota Langsa, Minggu malam, tetapi ketahuan sehingga ditangkap oleh petugas Dinas Sosial Langsa. Lalu diserahkan pada kami untuk diproses hukum,” jelasnya kepada BeritaBenar.

Afrizal menambahkan kelima perempuan Rohingya yang hendak diseludupkan masih “ditahan” di Kantor Imigrasi Langsa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari pengakuannya, tersangka sudah dibayar Rp 1 juta oleh agen warga Rohingya di Medan dan akan dibayar lagi kalau berhasil membawa kelima perempuan tersebut,” katanya.

Afrizal memastikan bahwa para agen -- yang menyeludupkan pengungsi Rohingya ditampung di Aceh sejak Mei lalu -- merupakan kerjasama antara warga Rohingya yang sudah lama menetap di Medan atau Malaysia dengan warga Indonesia.

Hanya tersisa sepertiga

Dengan banyaknya pengungsi kabur, maka yang tersisa hanya sekitar sepertiga. Jumlah Muslim Rohingya di Langsa tinggal 129 dari 285 orang ketika para manusia perahu itu diselamatkan nelayan Aceh tanggal 15 Mei lalu. Mereka dipisah antara laki-laki dan perempuan.

Sebanyak 56 pencari suaka Rohingya laki-laki ditampung di Pelabuhan Kuala Langsa bersama 52 warga Bangladesh yang belum dideportasi. Sedangkan 73 perempuan dan anak-anak berada di Panti Gepeng milik Dinas Sosial Kota Langsa, jelas Afrizal.

Dia menambahkan sekitar 100 pengungsi Rohingya ditampung di lokasi pengungsian Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, dari jumlah sebelumnya yang mencapai 342 orang ketika diselamatkan nelayan Aceh di Selat Malaka pada 20 Mei lalu.

Afrizal mengaku tak heran dengan banyaknya pengungsi Rohingya melarikan diri dari tempat penampungan kendati pelayanan yang diberikan relawan kemanusian sangat baik kepada mereka.

“Awalnya tujuan mereka bukan Indonesia, tapi ke Malaysia. Setelah beberapa bulan mereka dikirim uang oleh sanak keluarga di Malaysia sehingga menggunakan jasa agen yang dapat membawa mereka ke Malaysia,” jelasnya.

“Saya meperkirakan 50 persen dari mereka yang lari dari lokasi penampungan di Langsa dan Bayeun telah tiba di Malaysia. Sedangkan sisanya masih berada di Medan,” tambah Afrizal.

Ibrahim, seorang relawan Muhammadiyah di kamp Bayeun menyebutkan, salah satu alasan pengungsi Rohingya kabur dari lokasi penampungan karena mereka tidak ada kegiatan yang dapat menghasilkan uang.

“Mereka di sini tidak diizinkan bekerja sehingga ketika ada agen yang datang dengan janji bisa membawa ke Malaysia, mereka segera pergi,” katanya.

Afrizal dan Ibrahim memastikan, para pengungsi Rohingya lari ke Medan. Kemudian, menumpang kapal secara illegal di Pelabuhan Tanjung Balai, Sumatera Utara, dengan tujuan Malaysia.

Di Aceh Utara

Sementara itu, jumlah pengungsi Rohingya yang ditampung di barak Desa Blang Ado, Kabupaten Aceh Utara, hanya tinggal 122 orang dari sebelumnya 315 orang.

“Ada beberapa pengungsi di sini yang kabur dari barak penampungan tidak dijemput agen. Mereka diantar warga ke jalan besar, lalu naik bus ke Medan,” ungkap seorang relawan yang sehari-hari bekerja di tempat itu tapi menolak disebutkan namanya.

Menurut dia, ada banyak juga pengungsi Rohingya ditransfer uang oleh keluarganya di Malaysia ke dalam rekening warga Aceh untuk biaya berangkat ke negeri jiran itu.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono menyatakan bahwa pihaknya sedang memproses hukum tiga warga Indonesia yang diduga menjadi bagian penyeludupan warga Rohingya ke Malaysia.

“Ketiga warga itu ditangkap petugas saat berusaha menyeludupkan sejumlah warga Rohingya dari kamp barak Blang Ado, beberapa waktu lalu,” katanya.

Dia menambahkan bahwa berkas ketiga tersangka hampir rampung untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan dan selanjutnya diajukan ke pengadilan.

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.

Tampilan selengkapnya