Follow us

Sebut Partai Setan, Amien Rais Tuai Polemik

Ketua Cyber Indonesia telah melaporkan Amien Rais ke Polda Metro Jaya atas tuduhan menyebarkan ujaran kebencian dan penodaan agama.
Rina Chadijah
Jakarta
2018-04-16
Email
Komentar
Share
Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Cyber Indonesia, Aulia Fahmi (kanan) dan rekannya Husain Shahab memperlihatkan bukti pelaporan Amien Rais di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, 15 April 2018.
Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Cyber Indonesia, Aulia Fahmi (kanan) dan rekannya Husain Shahab memperlihatkan bukti pelaporan Amien Rais di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, 15 April 2018.
Rina Chadijah/BeritaBenar

Pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang dinilai mengklasifikasi partai politik yang ada sebagai partai setan dan partai Allah, menuai polemik karena dianggap provokatif dan dapat menimbulkan perpecahan.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Maman Abdurrahman, menyayangkan pernyataan tokoh reformasi itu.

“Ini sangat provokatif dan memecah belah. Malah jika dilihat dari pernyataannya, seolah-olah ingin menyejajarkan Allah dan setan. Kalau mau bilang partainya paling bersih harusnya tak membandingkan Tuhan dengan setan,” kata Maman kepada BeritaBenar, Senin, 16 April 2018.

Pernyataan kontroversial Amien disampaikan dalam acara Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjamaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat pekan lalu.

"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? Untuk melawan hizbusyaithan,” kata Amien Rais, seperti dilansir laman CNN Indonesia.

"Orang-orang yang anti-Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya.Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan."

Amien juga aktif sebagai Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212, yang melakukan aksi massa berjilid-jilid untuk memenjarakan bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama. Amien juga terjun beberapa kali dalam aksi tersebut.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mohammad Romahurmuziy, menyatakan sebagai tokoh bangsa seharusnya Amien Rais, yang juga mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, bijak dan tidak memancing polemik.

“Jangan memperkosa agama untuk kepentingan politik sesaat. Kan, kemarin agama dan simbol-simbolnya telah diperkosa selama proses politik yang berjalan belakangan ini dan sepertinya akan diulang," katanya.

Rommy menilai, apa yang dibuat Amien terlalu simplistik, karena yang disebut namanya partai Allah minimal asasnya Islam.

"Yang tahu partai Allah atau bukan, hanya Allah saja, bukan Amien Rais. Sama-sama ada A-nya, tetapi bukan. Allah bukan Amien Rais," ujar Romahurmuziy kepada wartawan.

Sekjen Partai Nasdem, Johny G Plate, menyatakan seharusnya tokoh sekaliber Amien ikut mendorong pembangunan karakter bangsa, bukan justru mengeluarkan pernyataan yang destruktif.

"Saya hanya bisa geleng-geleng kepala dan bersedih,” ujarnya.

Dipelintir media?

Anggota Dewan Kehormatan PAN, Drajad Wibowo, mengatakan konteks ceramah yang disampaikan Amien itu sebenarnya mengutip ayat Al-Quran surat Al-Mujadilah ayat 19 dan 22. Menurutnya, Amien tidak langsung mendikotomikan partai Allah dan partai setan.

“Ceramahnya dilakukan di dalam masjid dan disampaikan kepada jamaah salat subuh, Beliau sama sekali tidak menyebut ada partai setan di sini, jadi harus dipahami dulu konteksnya,” ujarnya saat dihubungi BeritaBenar.

Drajad menuding media yang berupaya menggiring bahwa Amien telah medikotomikan partai setan dan partai Allah.

“Setelah selesai (acara) saat ditanyakan wartawan, Pak Amien berupaya menjelaskan bahwa saat itu dia tidak bicara soal parpol, tapi kelompok yang lebih luas, artinya Beliau sendiri sudah tidak ngomong soal parpol,” papar Drajad.

Ia mengaku partainya akan melakukan langkah-langkah untuk meluruskan masalah yang sejak tiga hari terakhir telah menimbulkan polemik, termasuk media yang pertama kali memberitakannya.

“Kita masih akan memikirkan langkah yang lebih bijak menyikapi masalah ini,” katanya.

Dipolisikan

Amien yang merupakan mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Cyber Indonesia, dengan tuduhan menyebarkan ujaran kebencian dan penodaan agama.

Penyidik Polda Metro Jaya juga telah meminta keterangan lebih lanjut dari pelapor.

"Tadi kita sudah datang untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan dan kita berharap segera diproses sebab kami lihat Amien Rais berupaya memecah-belah persatuan bangsa," ujar Aulia kepada BeritaBenar.

Peneliti Politik Saiful Muzani Reserch Center (SMRC), Sirojudin Abbas, berharap polemik pernyataan Amien tak perlu diperpanjang yang bisa menggelinding menjadi isu yang bisa memecah-belah masyarakat.

“Pak Amien bisa saja memberikan klarifikasi lanjutan atau lebih baik tak ditanggapi lagi semuanya agar tidak melebar kemana-mana,” kata Sirojudin kepada BeritaBenar.

Ia juga meminta agar PAN dapat mengingatkan Amien agar tak menjadi beban elektoral bagi partai dengan pernyataan-pernyataannya yang kontroversial.

Dalam beberapa kesempatan, Amien memang kerap membuat pernyataan kontroversial, termasuk tudingan “sesat” terhadap Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

“Harus diselesaikan secara internal agar PAN yang tidak terus harus melakukan sejumlah klarifikasi,” ujarnya.

Tampilan selengkapnya