Follow us

Ustaz Somad Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama

JK berpesan kepada semua pemuka agama agar berhati-hati dan menghormati agama lain dalam menyampaikan dakwahnya.
Tia Asmara
Jakarta
2019-08-20
Email
Komentar
Share
Ustaz Abdul Somad saat berceramah di Kampus Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh, 3 Juli 2018.
Ustaz Abdul Somad saat berceramah di Kampus Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh, 3 Juli 2018.
Nurdin Hasan/BeritaBenar

Kepolisian Indonesia (Polri) mempelajari laporan sejumlah pihak terhadap penceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) yang diduga menistakan agama Kristen lewat potongan video yang viral di media sosial.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo ketika dikonfirmasi, Selasa, 20 Agustus 2019, menyebutkan, pihaknya masih mendalami unsur pelanggaran Undang-Undang ITE terkait video ceramah Somad yang menyinggung soal salib.

"Masih didalami. Laporan sedang dianalisa dulu," katanya kepada BeritaBenar melalui pesan singkat.

Hingga Selasa, setidaknya telah ada tiga kelompok masyarakat yang melapor Somad ke polisi setelah potongan videonya saat menjawab pertanyaan seorang jamaah tentang salib, viral di media sosial.

Dalam video tersebut Somad mengatakan bahwa di dalam salib terdapat jin kafir. Ia juga menambahkan bahwa jika ada salib di ruang pasien di rumah sakit maka salib tersebut harus ditutup untuk menghindari pasien Muslim yang meninggal menjadi Kristen. Somad juga mengatakan bahwa symbol palang merah di ambulans sebagai “lambang kafir”.

Pada hari Senin, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) melaporkan Somad ke Bareskrim Mabes Polri, dan Horas Bangso Batak (HBB) melapor ke Polda Metro Jaya. Sebelumnya, pada Sabtu pekan lalu, organisasi massa Brigade Meo melaporkan Somad ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Korneles Galanjinjinay menyebutkan isi ceramah Somad telah melukai dan menyinggung perasaan umat agama lain yang mendengar.

"Laporan sudah masuk di Bareskrim dan sudah kita sampaikan supaya ini secepatnya diproses. UAS secepatnya dipanggil untuk melakukan pemeriksaan sesuai hukum yang berlaku," katanya kepada BeritaBenar.

"Supaya tidak ada kegaduhan di masyarakat karena media sosial itu pengaruhnya sangat besar. Masyarakat di pelosok menjadi gaduh, terkait video UAS itu, jadi video ceramah ini harus segera diusut siapa yang sebarkan juga."

Korneles berharap ke depan tak ada lagi penceramah yang menyinggung simbol agama lain karena dikhawatirkan akan menimbulkan gesekan sosial di tengah masyarakat.

"Jangan sampai ini terulang terus menerus nanti efeknya kegaduhan dan gesekan sosial di masyarakat.Tidak boleh menghina simbol agama lain, tokoh agama itu seharusnya berceramah yang sejuk, yang damai," ujarnya.

Klarifikasi Somad

Ustaz Somad ketika berceramah dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Masjid At-Taqwa, Desa Simpang Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, pada Sabtu pekan lalu sempat menyampaikan klarifikasi.

"Saya sedang dilaporkan ke Polda NTT karena dianggap penistaan agama. Pertama, itu saya menjawab pertanyaan. Bukan saya membuat-buat untuk merusak hubungan. Ini perlu dipahami dengan baik," katanya dalam ceramah yang videonya diunggah di laman YouTube.

Dia menambahkan potongan video itu diambil dari ceramah yang disampaikannya tiga tahun lalu saat menjawab pertanyaan seorang jamaah di Masjid An-Nur, Pekanbaru, Riau.

"Saya rutin mengisi pengajian di sana (selama) satu jam, yang diteruskan tanya-jawab. Kenapa diviralkan sekarang? Kenapa dituntut sekarang? Saya serahkan kepada Allah SWT," katanya.

"Itu pengajian di dalam masjid tertutup. Bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola, bukan di televisi, tetapi untuk intern umat Islam. Saya sedang menjelaskan pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan Nabi Isa AS untuk orang Islam dalam Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW."

Somad melanjutkan bahwa "Sebagai warga yang baik saya tidak akan lari, tidak akan mengadu, saya tidak akan takut karena saya tidak merasa bersalah dan saya tidak ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa."

Tanggapan Wapres dan MUI

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla berpesan pada semua pemuka agama agar berhati- hati dan menghormati agama lain dalam menyampaikan dakwahnya karena penduduk Indonesia memeluk beragam agama.

"Ya pasti (harus hati-hati). Pertama kita semua Islam, Kristen, Buddha, dalam berdakwah maupun memberikan khotbahnya haruslah lebih adem dan lebih menghormati satu sama lain," katanya.

Wapres yakin Somad beritikad baik dan segera memberikan klarifikasi.

"Apa yang terjadi pada Ustaz Somad itu tentu harus diklarifikasi, karena juga banyak usulan, ya dilalui dengan proses di negeri ini," kata Kalla.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa'adi yang mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi pihak yang ingin menciptakan keresahan di tengah masyarakat dengan cara mengadu domba antarumat beragama.

"Semua pihak harus bersikap tenang, hati-hati dan dewasa dalam menyikapi masalah tersebut agar tidak menimbulkan kegaduhan dan membuat masalahnya menjadi semakin besar dan melebar," ujarnya dalam pernyataan tertulis.

Zainut meyakini ajaran agama adalah sesuatu yang bersifat sakral, suci dan sensitif bagi pemeluknya sehingga semua pihak bisa menghormati dan menghargai keyakinan agama tersebut sebagai bentuk penghormatan dan toleransi dalam kehidupan beragama.

"Kepada semua tokoh agama khususnya umat Islam untuk bersikap arif dan bijaksana dalam menyampaikan pesan-pesan agama, menghindarkan diri dari ucapan bernada menghina, melecehkan dan merendahkan simbol-simbol agama lain, karena itu selain dapat melukai perasaan hati umat beragama, juga tidak dibenarkan baik menurut hukum maupun ajaran agama," katanya.

Tampilan selengkapnya