Follow us

Tabligh Akbar di India Menimbulkan Klaster Baru Kasus Penularan COVID-19

Indonesia dan Malaysia melacak warga mereka yang menghadiri acara Jamaah Tabligh pada pertengahan Maret di New Delhi.
Staf BenarNews
Jakarta & Kuala Lumpur
2020-03-31
Email
Komentar
Share
Paramedis India mendaftar warga Muslim yang menuju fasilitas karantina setelah mereka mendapatkan pemeriksaan untuk COVID-19 di New Delhi, 31 Maret 2020.
Paramedis India mendaftar warga Muslim yang menuju fasilitas karantina setelah mereka mendapatkan pemeriksaan untuk COVID-19 di New Delhi, 31 Maret 2020.
AP

Pemerintah Indonesia dan Malaysia sedang menyelidiki berapa banyak warga mereka yang mungkin terinfeksi dalam klaster baru penularan COVID-19 yang muncul dari acara tabligh akbar yang belum lama ini terjadi New Delhi.

Menurut laporan Agence France-Presse, lebih dari 350 orang yang dipindahkan dari tempat dimana acara itu berlangsung pada pertengahan Maret telah dirawat di rumah sakit, dan setidaknya ada 10 peserta yang meninggal dunia setelah terinfeksi dengan penyakit virus corona. Press Trust of India mengatakan sekitar 8.000 orang ikut serta dalam acara tersebut.

Sejumlah warga negara Indonesia dan Malaysia dilaporkan termasuk di antara mereka yang menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Tabligh Jamaat, sebuah organisasi dakwah Muslim yang juga menggelar pertemuan serupa di Malaysia pada akhir Februari lalu, dan dikaitkan dengan ratusan kasus penularan virus corona di lebih dari enam negara.

"Menurut informasi yang kami miliki, ada 1.456 anggota Tabligh Indonesia di luar negeri, 731 di antaranya berada di India," ujar Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi pada konferensi pers di Jakarta pada hari Selasa.

Menurut India Today, acara yang diadakan di ibukota India itu mulai pada 13 Maret, beberapa hari sebelum  menteri utama Delhi melarang pertemuan lebih dari 50 orang untuk mencegah penyebaran virus corona.

Ratusan orang menolak untuk meninggalkan gedung dimana mereka ditampung dan terperangkap di dalamnya setelah Perdana Menteri Narendra Modi pada 24 Maret mengumumkan pemberlakuan pembatasan wilayah atau lockdown nasional selama tiga minggu, yang mengakibatkan penangguhan kendaran transportasi dan pergerakan lain yang tidak penting.

Namun sejauh ini tidak dapat dipastikan apakah ada ada orang Indonesia yang menghadiri acara tersebut atau ada di antara mereka yang terjebak di dalam gedung.

Di Malaysia, publik bertanya-tanya kepada Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengenai adanya warga negara Malaysia yang hadir di acara tersebut di India.

"Benar. Kami sedang menyelidiki,” katanya kepada wartawan di Putrajaya, Selasa. “Pastinya jelas ada risiko tinggi bahwa mereka menghadiri pertemuan itu. Saat ini kami sedang berusaha mendapatkan lebih banyak informasi dari rekan kami di India. ”

Selain itu, pihak berwenang telah mengidentifikasi 87 warga Malaysia yang telah melakukan perjalanan untuk menghadiri pertemuan Jamaah Tabligh di Gowa, Sulawesi, yang berhasil dibatalkan oleh pemerintah setempat di saat-saat terakhir pada 18 Maret, walau ada 3.000 peserta yang telah tiba.

"Kami juga sedang melacak mereka," katanya.

Pertemuan di India dan Indonesia terjadi setelah Jamaat Tabligh mengadakan tabligh akbar di Kuala Lumpur akhir bulan lalu di Masjid Sri Petaling, dimana ada sekitar 16.000 orang yang ikut serta.

Pemerintah Malaysia telah melaporkan bahwa sekitar setengah dari 2.766 kasus COVID-19 yang terjadi di negaranya terkait dengan pertemuan tersebut. Pejabat di Indonesia, Filipina, Singapura, Brunei, Kamboja, Thailand dan Vietnam juga mengkonfirmasi kasus-kasus yang terkait dengan acara tersebut.

Retno mengatakan ada banyak orang asing yang telah merencanakan hadir ke tabligh akbar di Sulawesi, termasuk beberapa warga Malaysia, telah kembali ke negara mereka, sementara 97 orang lainnya dikarantina setelah tiga di antara mereka menunjukkan gejala COVID-19.

Tampilan selengkapnya