Follow us

Satgas Tinombala Temukan Bom Rakitan Aktif di Hutan Poso

Pencarian buron anggota Mujahidin Indonesia Timur tetap dilakukan di tengah wabah corona.
Keisyah Aprilia
Palu
2020-04-06
Email
Komentar
Share
Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto memperlihatkan foto bom rakitan yang disita dari salah satu pengikut MIT yang ditangkap di Poso saat menggelar rilis di Palu, Sulteng, 14 Oktober 2019.
Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto memperlihatkan foto bom rakitan yang disita dari salah satu pengikut MIT yang ditangkap di Poso saat menggelar rilis di Palu, Sulteng, 14 Oktober 2019.
Keisyah Aprilia/BenarNews

Tim satuan tugas operasi Tinombala menemukan lima bom aktif yang diduga milik kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di hutan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kata polisi setempat, Senin (6/4).

Bom jenis pipa rakitan itu ditemukan di dalam sebuah tas di hutan Desa Padalembara, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, saat patroli yang dilakukan satgas yang terdiri dari personel TNI dan Polri pada Sabtu 4 April, kata Kapolres Poso AKBP Darno.

“Iya ada, sekarang lima bom rakitannya sudah diamankan sebagai barang bukti oleh tim Gegana,” kata Darno kepada BenarNews.

Saat ini bom tersebut telah diamankan di markas tim Gegana Brimob Polda Sulteng di Poso, tambah Darno.

“Rencananya bom itu akan dimusnahkan dengan cara diledakkan,” terangnya.

Darno menduga, bom tersebut milik militan MIT pimpinan Ali Kalora karena daerah itu merupakan salah satu jalur yang pernah dilintasi anggota kelompok yang terafiliasi Negara Islam (ISIS) itu ketika diburu.

“Di sana itu kan jalur mereka memang. Dugaannya milik MIT, cuman kenapa ditaruh di sana kami belum bisa simpulkan karena akan diselidiki,” imbuh Darno.

Operasi terus berjalan

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Didik Supranoto, menambahkan hingga saat ini operasi perburuan kelompok MIT di Poso terus berjalan dan tidak terhenti karena pandemi virus corona.

“Sampai sekarang juga belum ada instruksi dari pimpinan untuk menghentikan operasi dengan pertimbangan adanya Covid-19,” tegasnya.

Didik menyebutkan, fokus operasi juga tidak ada perubahan.

“Instruksi operasi kan terus lakukan operasi sampai kelompok itu tertangkap semua hidup atau pun mati,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sulteng Irjen Pol. Syafril Nursal mengatakan setelah dua orang menyerahkan diri, maka jumlah buronan MIT di Poso saat ini menjadi 16 orang.

Dia mengimbau kepada mereka yang masih ada di hutan dan pegunungan untuk segera turun menyerahkan diri, sehingga operasi bisa diselesaikan dengan baik.

“Jika tidak, kita akan terus menjalankan operasi sampai semuanya tertangkap,” kata Kapolda.

Tampilan selengkapnya