Seorang WNI di Singapura Positif Terinfeksi Virus Corona

Timor Leste minta Indonesia bantu karantina warganya dari Cina.
Tia Asmara
2020.02.04
Jakarta
Share on WhatsApp
Share on WhatsApp
200104_ID_Coronavirus_1000.jpg Wisatawan Cina di Nusa Penida Bali, 27 Januari 2020.
AFP

Kedutaan Besar RI di Singapura mengkonfirmasi Selasa (4/2/2020) seorang warga negara Indonesia (WNI) yang terterinfeksi virus corona di Singapura, menjadikannya sebagai orang Indonesia pertama yang terjangkiti virus yang telah menewaskan lebih dari 400 orang di Cina, lokasi awal dari virus tersebut.

WNI berusia 44 tahun yang terinfeksi itu adalah seorang buruh migran dan diduga tertular majikannya yang positif virus corona. Sang majikan bekerja di toko yang banyak dikunjungi turis Cina, demikian Kementerian Kesehatan Singapura.

Kedutaan Besar Indonesia di Singapura mengonfirmasi berita itu di akun Twitternya dan dalam pernyataan pers, Selasa. Untuk alasan privasi, pemerintah tidak membuka identitas dari perempuan Indonesia itu yang saat ini tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura.

Hingga saat ini, total warga yang terjangkit virus corona di Singapura mencapai 24 orang.

Sementara setidaknya dilaporkan 425 orang meninggal dunia, sementara 20.400 orang tercatat terinfeksi virus ini di Cina daratan,

Jumlah tersebut bahkan melampaui penyakit Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) pada 2002 – 2003 yang merenggut 349 jiwa.

Virus corona baru ini juga tercatat sudah menjangkiti 24 negara sekitar dengan dua kasus kematian di luar Cina daratan, yaitu di Filipina dan Hong Kong.

Di Indonesia sendiri pemerintah menyatakan belum ditemuinya kasus positif virus corona.

Timor Leste minta bantuan

Sementara itu Pemerintah Timor Leste meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk menerima sejumlah warga negara Timor Leste yang baru kembali dari Cina untuk di karantina di fasilitas kesehatan pemerintah Indonesia.

“Iya. Harus dimengerti kalau kita tidak punya fasilitas dan tidak punya apa-apa, oleh karena itu, kami ingin bisa seperti negara lain kan (untuk mengkarantina),” kata utusan pemerintah Timor Leste yang juga mantan Perdana Menteri negara itu, Xanana Gusmao, setelah bertemu Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia, Mohammad Mahfud MD di Jakarta, Selasa.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace mengatakan Timor Leste meminta sebanyak 17 warganya yang merupakan mahasiswa di Cina bisa dikarantina di Bali sebelum kembali ke negaranya untuk investigasi kemungkinan terjangkit virus corona, Kompas.com melaporkan Senin.

“Saya percaya Indonesia punya kemampuan yang lebih besar daripada kami akan membantu kami untuk mengatasi situasi itu,” kata Gusmao.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah mengatakan pihaknya belum mendengar adanya permintaan bantuan dari pihak pemerintah Timor Leste.

Berat

Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Putu Wardana menilai permintaan pemerintah Timor Leste dirasa sangat berat mengingat pariwisata Bali menyumbang devisa paling besar diantara daerah lainnya.

“Adanya orang yang dikarantina akan memberikan image yang kurang bagus dan khawatir akan membuat orang takut dan berdampak pada menurunnya minat wisatawan ke Bali,” paparnya kepada BenarNews.

“Kemarin saja ada WNI dari Wuhan di Natuna ditolak, bagaimana ini ada WNA di karantina di Bali? Isu virus kesehatan ini sangat sensitif di Bali,” ujarnya.

Menurut catatan Dinas Pariwisata, dalam periode Januari – Desember 2019 wisatawan dari Cina di Bali berjumlah 1.158.000. Jumlah ini turun 12 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 1.296.960. Jumlah ini berkontribusi 18 persen dari total wisatawan dunia yang berjumlah 6,3 juta.

Dengan adanya virus corona ini, setidaknya ada 17.000 wisatawan membatalkan perjalanan ke Bali, kata Putu.

“Sekarang ini seperti toko, travel agent, guide dan daerah destinasi seperti Nusa Penida mengeluhkan sepi dan berkurang sejak adanya virus corona,” ungkapnya.

Salah seorang warga yang tinggal di Denpasar, Mutia Ramadhani (32) mengatakan dilihat dari sisi kemanusiaan, ia tak keberatan adanya bantuan dari pemerintah Bali, mengingat Bali punya beberapa rumah sakit yang sudah berstandar internasional.

“Ini kan kondisi force majeure ya, kalau takut si ya takut 50 : 50. Tapi yakin pemerintah bisa hadapi ini,” ujarnya.

Kaji kebijakan

Sementara Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah sedang mengkaji kebijakan terkait wabah virus corona terutama di sektor investasi dan sektor pariwisata.

Cina merupakan negara tujuan ekspor pertama dengan pangsa pasar 16,6 persen dari total ekspor Indonesia. Tak hanya itu, kata dia, Cina juga merupakan negara asal impor terbesar bagi Indonesia.

"Harus diantisipasi dampak dari virus korona dan perlambatan ekonomi di Cina terhadap produk ekspor Indonesia," imbuhnya.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan pihaknya menjamin turis mancanegara untuk datang kembali ke Bali karena Bali telah memiliki sistem penanganan wabah penyakit yang baik seperti pada kasus SARS di tahun 2003.

“Bali sangat aman bagi turis dan kami siap untuk menyambut para turis mancanegara dari seluruh dunia,” kata dia dalam pernyataan tertulis kepada BenarNews.

Berdasarkan data, sebanyak 73.073 turis datang dari Cina ke Bali sejak 13 Januari 2020 hingga saat ini. Dari jumlah tersebut 18 turis menjalani uji observasi kesehatan dan dinyatakan tidak terinfeksi virus corona, kata Koster.

Sayangkan pembatasan penerbangan

Duta Besar Cina untuk Indonesia, Xiao Qian menyayangkan atas keputusan Indonesia yang membatasi penerbangan dari dan menuju Cina.

“Kami sangat tidak berharap ada dampak negatif dari pembatasan penerbangan dan perdagangan. Dan itu sebenarnya sangat merugikan Indonesia,” ujar dia dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta, Selasa.

Per Rabu tengah malam Pemerintah Indonesia resmi melarang penerbangan dari dan ke Cina daratan. “Penerbangan langsung dari dan ke mainland RRT (Republik Rakyat Tiongkok) ditunda untuk sementara, mulai hari Rabu pukul 00.00,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Pemerintah juga meminta warga Indonesia untuk tidak pergi atau berkunjung ke daerah wabah virus corona terutama di Cina daratan, kata Retno.

Negara lain

Pada Selasa, Malaysia juga mengkonfirmasi warga negara pertamanya yang terjangkit coronavirus, yang menyebabkan total penderita virus corona di Negeri Jiran itu menjadi 10 orang. Warga Malaysia tersebut dilaporkan terinfeksi di Singapura pada saat yang bersangkutan melakukan perjalanan bisnis di negara tersebut pertengahan Januari lalu. Sembilan kasus virus corona di Malaysia terjadi pada warga negara Cina.

Di Thailand, enam kasus baru dilaporkan Selasa, menjadikan total 25 orang terdeteksi menderita coronavirus di negara itu. yang menempatkan Thailand di posisi kedua setelah Cina dengan penderita terbesar.

"Lima dari enam pasien baru tersebut kondisinya telah membaik dan ketika hasil dari lab menyatakan negatif, mereka akan diijinkan untuk meninggalkan rumah sakit,” kata Dr. Suwanchai Wattanayingcharoenchai, pejabat di Kementerian Kesehatan Thailand kepada BenarNews.

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.