2020: Tahun Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 telah menjadikan 2020 sebagai tahun yang tidak ingin diingat namun juga tidak akan terlupakan.
Ika Inggas
Washington
2020-12-23
Share

Kita mungkin tidak ingin mengingat atau jika mungkin, menghapus 2020 dari rekaman waktu, namun yang pasti COVID-19 telah membuat 2020 menjadi tahun yang tidak akan bisa dilupakan.

Pandemi yang disebabkan oleh virus corona SARS-CoV-2 telah menyebabkan lebih dari 680.000 kasus di Indonesia dan merenggutnya setidaknya 20.000 jiwa lebih per Desember 2020. Angka nyatanya dipastikan lebih besar dari angka resmi pemerintah, mengingat rendahnya tes yang dilakukan.

Pandemi menyebabkan begitu banyak orang harus mengubur cita-cita mereka, jatuh miskin karena kehilangan pekerjaan, dan mengharuskan kita menjalani kebiasaan baru yang tidak pernah terpikir sebelumnya, seperti penerapan pembelajaran jarak jauh, pembatasan fisik dan sosial, penggunaan masker dan lain sebagainya.

Namun demikian, tahun 2020 ini juga menjadi saksi ketahanan dan pengorbanan dalam menghadapi tantangan yang ada, seperti kerja keras para tenaga medis yang berada di garis depan, bahkan banyak yang harus berguguran, dan masyarakat yang turun tangan untuk saling membantu.

Sementara itu manusia masih terus melakukan segalanya untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik, di tengah kerasnya  tantangan yang dihadapi, seperti ratusan para pengungsi Rohingya yang berdesakan dalam perahu dan terdampar di Aceh.

Di tengah pandemi, pemerintah Indonesia tetap melangsungkan Pilkada, sementara para aktivis dan kaum buruh turun ke jalan untuk menyampaikan protes mereka atas omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai telah mengorbankan hak buruh demi investasi.

Di tengah larangan berkumpul, mereka yang ingin tetap mengikatkan janji sumpah setia sehidup semati tetap melaksanakan upacara pernikahan mereka walaupun harus dengan sejumlah protokol kesehatan dan tanpa mengundang banyak orang, seperti bisa disimak dalam rangkaian foto berikut ini.

Selamat tinggal 2020, selamat datang 2021!

 

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.

Tampilan selengkapnya