Follow us

Muslim Rayakan Hari Kemenangan

Jutaan Muslim di Asia merayakan Idul Fitri dengan salat dan berkumpul dengan keluarga.
Staf BeritaBenar
2019-06-05
Email
Komentar
Share

Setelah sebulan penuh berpuasa Ramadan, pada Rabu 5 Juni 2019, Muslim menyambut datangnya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H dengan sukacita.

Seperti juga di belahan bumi lainnya, Muslim di Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Thailand, dan Filipina, Idul Fitri atau Lebaran berarti berkumpul bersama keluarga.

Mudik, atau pulang kampung, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ritual dalam menyambut hari kemenangan ini, seperti juga melakukan sedekah, salat Ied, dan menikmati hidangan khas hari raya.

Di daerah Serambi Mekah Aceh, beberapa hari menjelang Idul Fitri, warga mengumpulkan beras untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Seperti juga di Indonesia, di Malaysia, kaum Muslim membuka rumah mereka bagi mereka yang ingin ikut merayakan hari gembira itu.

Di Desa Bukit Piatu di Malaka, Ramli Basir dan rekan-rekannya membuat dodol dan jajanan menyambut Lebaran.

“Kita jangan sampai melupakan makanan tradisional kita. Mempersiapkannya juga memberi kesempatan untuk kaum muda dan para tetua berkumpul. Akan lebih meriah seperti ini. Melestarikan tradisi memasak bersama adalah cara untuk memperkuat tali persaudaraan,” kata Ramli kepada BeritaBenar ketika diwawancara Sabtu lalu, saat mempersiapkan datangnya Idul Fitri.

Menandai sukacita hari raya, orang-orang juga mendekorasi rumah meraka.

Di Kuala Lumpur, Nur Syafiqah Mustaffa, 29, tetap melanjutkan tradisi bisnis keluarga yang telah dilakukannya bertahun-tahun; menjual lampu dekorasi Lebaran.

“Saya harap Idul Fitri ini penuh warna persatuan bagi masyarakat Melayu, China, India. Hilangkan sentimen rasis di hati kita. Mari hidup bersama. Hormati yang lain jika kita ingin mereka menghormati kita,” ujarnya kepada BeritaBenar.

Nurdin Hasan di Banda Aceh, dan Afriadi Hikmal di Jakarta, Megh Monir di Dhaka, Jojo Rinoza di Manila, Mariyam Ahmad di Pattani, Thailand, Matahari Ismail di Narathiwat, Thailand, Luis Liwanag di Manila,dan S. Mahfuz di Kuala Lumpur turut berkontribusi dalam laporan ini.

Tampilan selengkapnya