Komunitas Tionghoa di Asia Tenggara Rayakan Tahun Macan

Tahun kedua merayakan di tengah pandemi COVID-19, warga Tionghoa memperingati Imlek dengan sukacita.
Staf BenarNews
2022.02.01
Manila, Bangkok, Kuala Lumpur dan Penang, Malaysia
Share on WhatsApp
Share on WhatsApp
220201-sea-new-year-1.jpg

Pengunjung berfoto di depan lentera harimau di Kelenteng Dong Zen di Jenjarum, Selangor, Malaysia, pada malam Tahun Macan, 31 Januari 2022. [S. Mahfuz/BenarNews]

220201-sea-new-year-2.jpg

Warga Thailand berfoto di dalam Kelenteng Wat Mangkon Kamalawat di Bangkok, 31 Januari 2022. [Yostorn Triyos/BenarNews]

220201-sea-new-year-3.jpg

Para biksu di Filipina mengikuti protokol COVID-19 saat mereka berdoa untuk menandai Tahun Baru Imlek di Kelenteng Seng Guan di Chinatown Manila, 1 Februari 2022. [Basilio Sepe/BenarNews]

220201-sea-new-year-4.jpg

Seorang pedagang menata ayam rebus untuk dijual di Pasar Lama di Pecinan Bangkok, 30 Januari 2022. [Yostorn Triyos/BenarNews]

220201-sea-new-year-5.jpg

Lima generasi Keluarga Lim berkumpul untuk makan malam menandai Tahun Baru Imlek di Penang, Malaysia, 31 Januari 2022. [A. Ammaruddin/BenarNews]

220201-sea-new-year-6.jpg

Warga Filipina membeli sebuah hiasan untuk merayakan Tahun Macan di Kelenteng Seng Guan di Pecinan Manila, 1 Februari 2022. [Basilio Sepe/BenarNews]

220201-sea-new-year-7.jpg

Seorang perempuan berdoa di Kelenteng Wat Mangkorn Kamalawat di Bangkok, 31 Januari 2022. [Yostorn Triyos/BenarNews]

220201-sea-new-year-8.jpg

Para pekerja menggantung beberapa dari 6.000 lentera di Kelenteng Thean Hou di Kuala Lumpur, 30 Januari 2022. [S. Mahfuz/BenarNews]

220201-sea-new-year-9.jpg

Orang-orang melepaskan burung untuk merayakan dimulainya Tahun Baru Imlek di Surabaya, 1 Februari 2022. [AFP]

220201-sea-new-year-10.jpg

Polisi berpatroli untuk menjaga keamanan di sebuah kelenteng di Makassar, Sulawesi Selatan, 1 Februari 2022. [AFP]

Hampir dua tahun dalam masa pandemi COVID-19, komunitas etnis Tionghoa di negara-negara Asia Tenggara merayakan Tahun Macan sebaik mungkin dan penuh sukacita.

Di Bangkok, anggota komunitas Thai-Tionghoa mengubah kebiasaan berbelanja mereka dalam  mempersiapkan pesta untuk menandai dimulainya Tahun Baru Imlek.

Karena harga daging babi melonjak sebagai akibat dari wabah flu babi Afrika yang mematikan, warga menggantikan babi dengan menu lainnya untuk santap malam keluarga memperingati Imlek, demikian menurut putri pemilik toko daging di Pasar Lama di Pecinan di Bangkok.

“Tidak peduli bagaimana keadaan ekonomi saat ini, mereka bersedia membayar untuk tradisi yang mereka warisi dari nenek moyang mereka. Babi mahal, tetapi bebek dan ayam terjual lebih baik. Dan babi tetap bisa dijual meski mahal,” kata Sukanya yang meminta nama belakangnya tidak digunakan.

Di Malaysia, walaupun masih di tengah pandemi, pemerintah mengizinkan warga untuk melakukan perjalanan tahun ini sehingga orang-orang dapat pulang ke kampung mereka merayakan Tahun Macan.

Demikian juga warga Tionghoa di Indonesia merayakan hari raya terbesar mereka dengan sukacita. Mereka berdoa di kelenteng atau di salah satu ruang di rumah mereka untuk mendoakan para leluhur dan meminta berkah mereka untuk kehidupan yang makmur dan sejahtera. Ada sebagian warga yang merayakannya juga dengan melepaskan burung ke udara.

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.

Tampilan selengkapnya