Kemeriahan HUT RI ke-71

Staf BeritaBenar
2016.08.17
Share on WhatsApp
Share on WhatsApp
HUT-RI71-Diina-Febriastuti.jpg

Aktivis lingkungan membentangkan spanduk raksasa di Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah, Kota Pekanbaru, Riau. (Dina Febriastuti/BeritaBenar)

HUT-RI71-Heny-Rahayu1.jpg

Puluhan pemuda memanggul bendera raksana berukuran 40 x 25 meter untuk dibawa ke Gunung Panderman di Kota Batu, Jawa Timur. (Heny Rahayu/BeritaBenar)

HUT-RI71-Heny-Rahayu2.jpg

Bendera raksasa dibentangkan di Gunung Panderman setinggi 2.000 meter di atas permukaan laut di Kota Batu, Jawa Timur. (Heny Rahayu/BeritaBenar)

HUT-RI71-Yovinus-Guntur.JPG

Sejumlah komunitas menggelar upacara peringatan 71 tahun kemerdekaan di kawasan hutan Mangrove, Surabaya, Jawa Timur. Yovinus Guntur/BeritaBenar

HUT-RI71-M.Sultan-Azzam1.jpg

Peserta upacara memberi penghormatan saat bendera raksasa berukuran 50 x 33 meter dikibarkan di tebing Lembah Harau setinggi 500 meter di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. (M.Sulthan Azzam/BeritaBenar)

HUT-RI71-M.Sultan-Azzam2.jpg

Anak-anak ikut lomba makan kerupuk di kawasan Rawang Tunggul Hitam, Kota Padang, Sumatera Barat. (M.Sulthan Azzam/BeritaBenar)

HUT-RI71-Duma-Sanda1.JPG

Para narapidana berpakaian adat ikut lomba balap terompah di Lapas Manokwari, Provinsi Papua Barat. (Duma Sanda/BeritaBenar)

HUT-RI71-Duma-Sanda2.jpg

Para siswa dari distrik Swandiwe dan Biak Barat mengibarkan 1.000 bendera di kampung Farusi Adadikam Ristrik Swandiwe, Biak, Provinsi Papua. (Duma Sanda/BeritaBenar)

HUT-RI71-Nurdin-Hasan.jpg

Ibu-ibu bermain tarik tambang di sebuah desa pinggiran Banda Aceh, Provinsi Aceh. (Nurdin Hasan/BeritaBenar)

HUT-RI71-Severianus-Endi.jpg

Murid SD Bruder Melati di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, ikut lomba ‘sepak bola dangdut’ di halaman sekolah mereka. (Severianus Endi/ BeritaBenar)

HUT-RI71-Kusumasari-Ayuningtyas1.jpg

Warga mengibarkan bendera Merah Putih di Sungai Kalianyar, Solo, Jawa Tengah. (Kusumasari Ayuningtyas/BeritaBenar)

HUT-RI71-Kusumasari-Ayuningtyas2.jpg

Sejumlah warga memakai pakaian kepahlawan ikut upacara bendera di Cinderejo, Solo, Jawa Tengah. (Kusumasari Ayuningtyas/BeritaBenar)

HUT-RI71-Anton-Muhajir1.JPG

Seorang remaja putri membawa kelereng dalam sendok saat ikut lomba di Denpasar, Bali. (Anton Muhajir/BeritaBenar)

HUT-RI71-Anton-Muhajir2.JPG

Anak-anak membawa balon dalam sebuah lomba memperingati HUT Kemerdekaan RI di Denpasar, Bali. (Anton Muhajir/BeritaBenar)

HUT-RI71-Tia-Asmara1.JPG

Tari arak-arakan bendera memeriahkan peringatan 71 tahun kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta. (Tia Asmara/BeritaBenar)

HUT-RI71-Tia-Asmara2.JPG

Kereta kencana Ki Jaga Raksa membawa replika bendera pusaka dari Lapangan Monas ke Istana Merdeka, Jakarta. (Tia Asmara/BeritaBenar)

HUT-RI71-Tia-Asmara3.JPG

Nilam Sukma Pawening (tengah) dari DKI Jakarta membawa bendera Merah Putih pada upacara peringatan 71 tahun kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta. (Tia Asmara/BeritaBenar)

Rakyat Indonesia, Rabu, 17 Agustus 2016, memperingati hari ulang tahun kemerdekaan ke-71. Selain upacara bendera, berbagai kegiatan dan aneka lomba digelar masyarakat untuk memeriahkan hari bersejarah tersebut.

Pengibaran bendera dilakukan di berbagai lapangan, sekolah, kantor-kantor pemerintah dan tempat-tempat lain. Detik-detik peringatan HUT Kemerdekaan berlangsung dengan khidmat.

Di Istana Merdeka, Jakarta, peringatan HUT Kemerdekaan ke-17 diawali dengan pawai bendera Merah Putih dan replika bendera pusaka dari Lapangan Monas. Ribuan warga tampak menyaksikan pawai bendera yang diarak dengan kereta kencana.

Di beberapa tempat di tanah air, para aktivis melakukan peringatan HUT Kemerdekaan dengan cara mereka sendiri. Ada yang menggelar upacara pengibaran bendera di dalam laut, pegunungan, sungai dan sumber mata air. Di sejumlah tempat dikibarkan bendera berukuran raksasa yang membentang kawasan perbukitan.

Usai upacara bendera, warga menyemarakkan dengan berbagai perlombaan sesuai ciri khas daerah. Ada lomba tarik tambang, panjat pinang yang dilumuri oli, lomba lari kelereng, makan kerupuk yang digantung di seutas tali, dan aneka kegiatan lain.

Semua berlangsung dalam suka cita. Tawa dan canda terdengar di setiap permainan rakyat yang berlangsung hingga menjelang senja. Warga seolah lupa dengan berbagai kesulitan hidup yang sedang menghimpit negeri ini.

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.

Tampilan selengkapnya