Follow us

ISIS akan Ciptakan Kawasan Satelit di Asia Tenggara

Rohan Gunaratna
2016-01-12
Email
Komentar
Share
Gambar yang diambil dari video rekaman kelompok Abu Sayyaf dan dikeluarkan oleh kelompok ekstrimis ISIS ini menunjukkan para militan menyatakan sumpah setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi dalam suatu upacara di Basilan, kepulauan Sulu, Filipina.
Gambar yang diambil dari video rekaman kelompok Abu Sayyaf dan dikeluarkan oleh kelompok ekstrimis ISIS ini menunjukkan para militan menyatakan sumpah setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi dalam suatu upacara di Basilan, kepulauan Sulu, Filipina.
Pusat Internasional Riset Kekerasan Politik dan Terorisme, Singapura.

Negara Islam (ISIS) diperkirakan akan membentuk cabang di Filipina dan mendeklarasikan pulau Mindanao di Filipina selatan sebagai provinsi atau wilayat pada 2016.

Beberapa kelompok militan lokal telah bersatu dan membentuk dewan perwakilan (Ahlus Shura). Mereka kemudian menunjuk Isnilon Totoni Hapilon sebagai pemimpin umum cabang ISIS di Filipina, setelah sebelumnya mereka selama setahun di 2014 hingga 2015 berdiskusi untuk menyatakan sumpah dukungan kepada Abu Bakr al-Baghdadi, yang telah menunjuk dirinya sendiri sebagai kalifah atau pemimpin ISIS.

Hapilon adalah pemimpin kelompok Abu Sayyaf (ASG) di Basilan, sebuah pulau sekaligus provinsi dekat Mindanao.

Koran resmi ISIS, Al-Naba melaporkan bahwa setidaknya ada empat grup (batalyon) pejuang Tuhan (mujahidin) di Filipina selatan yang telah bersatu dan mereka merujuk Hapilon sebagai “Sheikh Mujahid Abu Abdullah al-Filipini.”

Koran itu juga mendeskripsikan Hapilon sebagai “salah satu tokoh senior Mujahidin di Filipina".

“Perjuangannya melawan Pasukan Tentara Salib dimulai lebih dari 20 tahun yang lalu ketika dia menjadi pemimpin Gerakan Abdul Razaq Abu Bakr Al-Janjalani, atau yang dikenal sebagai Kelompok Abu Sayyaf. Dia memimpin Kelompok Abu Sayyaf di Basilan selama lima tahun sebelum dia menjadi wakil pimpinan selama enam tahun," al-Naba melaporkan.

Terpilihnya tokoh pimpinan yang sangat berpengalaman seperti Hapilon untuk memimpin provinsi masa depan ISIS di Filipina menunjukkan ancaman jangka panjang terhadap stabilitas dan keamanan di Asia Tenggara.

Baiat di dalam hutan

ISIS mengumumkan pada Januari 2016 mengenai bersatunya keempat batalyon tersebut di Filipina dan dukungan setia pemimpin-pemimpin mereka kepada al-Baghdadi.

Keempat batalyon tersebut adalah Ansar al-Shariah, Ma’rakah al-Ansar, Ansarul Khilafah Philippines dan al- Harakatul al-Islamiyyah, yang berbasis di Basilan.

Pemimpin Ansar al-Shariah, Abu Anas al-Mujahir, menjadi wakil batalyon-batalyon tersebut ketika mereka melakukan baiat (sumpah setia) bagi khilafah ISIS.

Abu Anas Al Muhajir adalah warga Malaysia yang juga dikenal sebagai Mohammad bin Najib bin Hussein. Batalyon yang dipimpinnya bertanggung jawab atas hukum dan berbagai masalah terkait jurisprudensi. Dia sengaja tidak memakai penutup muka selama upacara pengambilan sumpah yang prosesnya direkam dalam video.

Dengan ditunjuknya seorang warga Malaysia oleh pemimpin ASG Hapilon untuk menjalankan peran penting tersebut, diperkirakan akan semakin banyak warga Malaysia yang akan datang ke Mindanao untuk bergabung dengan ISIS.

Pimpinan batalyon Ma’rakah al-Ansar, Abu Ammar, tidak dapat menghadiri acara tersebut, namun mengirim seorang perwakilan. Abu Harith, yang mewakili batalyon Ma’rakah al-Ansar atas nama Ammar, berasal dari sebuah pulau di kepulauan Sulu yang terletak Mindanao di Filipina dan Sabah di Malaysia dan menjadi markas tokoh ASG Radulan Sahiron.

Kemunculan Abu Harith seorang mantan anggota ASG merefleksikan adanya perpecahan dalam ASG dimana ada fraksi kecil namun penting yang telah menyeberang ke ISIS.

Selain ASG, ada juga kelompok baru Ansarul Khilafah Philippines, yang telah bergabung dengan ISIS. Mereka bermarkas di provinsi Cotabato Selatan, provinsi Sarangani dan Kota General Santos dan pemimpin mereka adalah Abu Sharifah, yang dapat berbahasa Tagalog dengan fasih.

Sebanyak 31 warga Filipina dan Malaysia bersenjata bertemu di Basilan dan ikut serta dalam upacara pengambilan sumpah yang dipimpin oleh Hapilon. Sebelumnya, keempat batalyon ini telah menyatakan dukungan masing-masing kepada ISIS secara terpisah.

Selain anggota-anggota Ansarul Khilafah Philippines dan para warga Malaysia, kebanyakan dari mereka yang hadir adalah anggota-anggota ASG. Tokoh-tokohnya yang hadir antara lain adalah Talha Tanadjani, yang berpengalaman sebagai kombatan taktis dan kakak dari Suhud Tanadjani, seorang pelatih penembak jitu untuk ASG di Basilan.

Setelah Hapilon dan kelompoknya menyatakan dukungan kepada al-Baghdadi, ISIS mempublikasikan peristiwa yang terjadi di Filipina tersebut.

“Bersatunya para Mujahideen di bawah satu kepemimpinan dan bendera khilafah dipandang sebagai ancaman besar bagi para tiran di Filipina dan merupakan sebuah langkah penting untuk membebaskan daerah-daerah di Asia Tenggara pada umumnya. Hal ini mempunyai signifikansi penting untuk penyebaran tauhid (monoteisme) di kawasan, memerangi pemeluk Nasrani, Buddha dan politeis serta menegakkan agama Allah di bagian bumi ini," demikian ISIS mengumumkannya melalui al-Naba dan penyebaran video pengambilan sumpah dukungan massal di Basilan melalui Internet.

“Filipina adalah kepulauan yang terdiri dari banyak pulau di Samudra Pasifik. Selama berabad-abad Filipina telah diduduki oleh kaum Kristen Belanda dan Amerika yang telah memaksa penduduk lokal untuk melepaskan Islam dan memeluk Kristen," ujar ISIS

“Hari ini, kaum Kristiani memerintah Filipina dan ibukotanya Manila, Namun pergerakan perjuangan telah menyebar di pulau-pulau terpencil Filipina dan perjuangan melawan kaum Kristiani telah berlangsung selama beberapa dekade."

Potensi ancaman di kawasan

Sejak 2014, ISIS telah terlibat dengan kelompok-kelompok penyebar ancaman di Filipina dengan tujuan membangun kapabilitas ideologi dan operasional di kawasan.

Seiring dengan berbagai persiapan yang terus berlanjut untuk memproklamirkan cabang ISIS di Filipina selatan, pengaruh dan ideologi ISIS akan terus berkembang dan mempengaruhi Filipina selatan dan bagian timur Malaysia.

Lebih lanjut, ISIS sepertinya akan menciptakan tempat berlindung yang aman di Basilan dan melancarkan operasinya dari kepulauan Sulu dengan sasaran masuk Filipina dan Malaysia.

Selain upaya penghapusan budaya Islam setempat dan menggantinya dengan Islam radikal versi intepretasi ISIS, mungkin juga akan terjadi eksekusi pemenggalan kepala dan serangan-serangan khas ISIS yang memakan banyak korban jiwa dan luka.

Ancaman jangka panjang yang akan terjadi adalah berdirinya kamp-kamp pelatihan terorisme, yang tidak saja akan menarik simpatisan dari Asia Tenggara tapi juga dari kawasan-kawasan lain. Perkembangan terbaru mengindikasikan bahwa orang-orang Uighur yang tidak dapat pergi ke Suriah untuk bergabung dengan al-Nusra atau ISIS di Timur Tengah, memilih untuk datang ke Indonesia.

Beragamnya kewarganegaraan para peserta yang akan ikut dalam pelatihan di provinsi baru ISIS akan menjadi ancaman bagi negara-negara asalnya. Sejak 1994, ketika Jemaah Islamiyah mendirikan Hudaibiyah, kamp pelatihannya yang pertama, Filipina menjamin lokasi pelatihan bagi mereka yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Arab dan Muslim dari Thailand.

Kebanyakan instruktur-instruktur mereka bukan berasal dari Filipina namun telah dilatih oleh al-Qaeda. Selain memindahkan para petugasnya untuk mengimplementasikan Islam versi ISIS, akan ada kemungkinan ISIS akan mengirim para ahli bahan peledak, kombatan taktis dan tenaga operasional lainnya ke Asia Tenggara.

Rencana ISIS untuk mendeklarasikan negaranya sendiri di Mindanao merupakan ancaman nyata bagi stabilitas dan keamanan di Asia sebagai kawasan dengan situasi politik yang stabil dan kehidupan sosial yang harmonis serta ekonomi yang terus berkembang.

Tanggapan Filipina

Pemerintah Filipina telah menghasilkan sejumlah kemajuan dengan melibatkan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dalam proses perdamaian yang terbukti sukses. Namun ASG dan beberapa kelompok kecil yang lain terus melawan untuk mendirikan negeri Moro yang merdeka.

Filipina terkendala dengan kurangnya kepemimpinan politik dan kapabilitas operasional militer yang diperlukan untuk memerangi pemberontak dan infrastuktur teroris di Mindanao, terutama di kepulauan Sulu.

Pemerintah di Manila akan menghadapi tantangan yang tidak ada sebelumnya dengan ISIS memprakarsai persatuan berbagai batalyon dan para pimpinan mereka. Dalam peran baru mereka sebagai "tentara Khilafah" di Filipina, cabang ISIS lokal itu akan menjalankan operasi bertahap yang mencerminkan esensi paham ISIS di Suriah dan Irak.

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk Filipina bertindak.

Namun bila Presiden Aquino, sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata Filipina terus ragu-ragu untuk bertindak, ideologi ISIS akan menyebar di wilayahnya dan merusak proses perdamaian yang dicapai dengan susah payah.

Keempat "batalyon" ISIS itu akan berkembang dari segi kekuatan, ukuran dan pengaruh serta akan menjadi tantangan jangka panjang bagi pengganti Aquino di masa datang. Tidak lama lagi, ISIS akan mendeklarasikan cabang kekhalifahannya di Sulu.

Idealnya, Aquino harus mencoba untuk mencegah terjadinya deklarasi ISIS tersebut. Agar dapat memenangkan hati dan pikiran kaum Muslim serta mengurangi dukungan mereka terhadap ISIS, Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) harus memastikan menjalankan mandat untuk memajukan pembangunan ekonomi di Basilan dan berbagai kawasan sekitarnya yang miskin, daripada memfokuskan strategi untuk mengisolasi dan mengeliminasi kelompok Abu Sayyaf.

Akhirnya, untuk mencegah deklarasi Wilayat ISIS dan cabang lokalnya di Filipina dalam waktu dekat, militer Filipina harus mengerahkan kekuatan di Sulu, Basilan dan Tawi Tawi.

Bila angkatan bersenjata Filipina dapat mendominasi kepulauan Sulu, ISIS akan gagal dalam upayanya mendeklarasikan, mengoperasikan dan mengembangkan provinsi satelit di Filipina dan basis operasi di Asia Tenggara.

Rohan Gunaratna adalah kepala Pusat Internasional Riset Kekerasan Politik dan Terorisme di Sekolah S. Rajaratnam untuk Kajian Internasional, di Singapura. Opini yang dikemukakan dalam tulisan ini adalah milik dari penulis dan bukan dari BeritaBenar.

Tampilan selengkapnya