Follow us

Filipina: ISIS Menyerang Wilayah Utara

Serangan yang terjadi di Bohol dapat berdampak buruk.
Opini oleh Rohan Gunaratna
2017-04-19
Email
Komentar
Share
Militan-militan yang terkait ISIS melakukan perjalanan ratusan kilometer ke arah utara sebelum pada akhirnya terlibat dalam baku senjata dengan pasukan keamanan Filipina di Bohol, Visayas.
Militan-militan yang terkait ISIS melakukan perjalanan ratusan kilometer ke arah utara sebelum pada akhirnya terlibat dalam baku senjata dengan pasukan keamanan Filipina di Bohol, Visayas.
Grafik BeritaBenar

Pasukan keamanan Filipina pada 11 April menggagalkan operasi yang dilancarkan oleh Divisi Asia Timur Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) untuk melakukan sejumlah serangan di Bohol, Filipina Tengah. Empat militan terbunuh, termasuk Muammar Askali – yang pernah duduk di bangku kuliah, bisa berbahasa Inggris dan pernah bertindak sebagai juru bicara Kelompok Abu Sayyaf (ASG) dalam sejumlah negosiasi yang menjadi sorotan publik. Sejauh ini, Askali tercatat sebagai anggota ISIS paling senior yang terbunuh di Filipina.

Walaupun insiden ini jelas merupakan sebuah kesuksesan bagi pasukan keamanan, kejadian ini menunjukkan ada tiga perkembangan buruk. Pertama, ISIS sedang berkembang ke arah utara. Kedua, kelompok-kelompok ISIS yang berbeda telah bersatu untuk membentuk platform operasional bersama. Ketiga, ISIS sedang dalam tahap final untuk mendeklarasikan sebuah provinsi atau wilayat di Filipina Selatan.

Latar Belakang

Kebangkitan ISIS sejak tahun 2014 telah memberikan kerangka kerja yang menyatukan kelompok-kelompok pengancam keamanan di Filipina selatan. Hal ini sebelumnya dianggap tidak mungkin karena ada perbedaan-perbedaan kesukuan.

Di Mindanao Barat, Isnilon Hapilon, wakil ketua ASG yang bertanggung jawab untuk wilayah Basilan, mengambil alih kepemimpinan Divisi Asia Timur ISIS (Dawlatul Islamiyyah Waliyatul Mashriq). Di Sulu, Askali membentuk Kateeba Ma’rakah Al-Ansar. Askali mengirim perwakilan untuk menghadiri upacara pembaiatan ke Abu Bakr al Baghdadi di Basilan pada akhir 2015.

Di Mindanao Tengah, Hapilon terkait dengan Islamic State Lanao (ISL) pimpinan Omar dan Abdullah Maute; Bangasamoro Islamic Freedom Fighters yang dipimpin oleh Ismael Abubakar alias Bongos; dan Ansarul Khilafa Philppines (AKP) pimpinan Mohammad Jaafar Maguid, alias Tokboy. Setelah pasukan Filipina membunuh Tokboy pada Januari 2017, grup-grup ini mulai bekerja sama lebih erat.

Setelah membangkitkan kesadaran akan adanya kekhalifahan yang dipimpin ISIS, Hapilon mendokumentasikan upacara pembai’atan berbagai grup yang berbeda, mempersatukan grup-grup tersebut dan mengonsolidasikan aset-aset mereka. Pada awal 2016, Hapilon telah dikenal sebagai emir Divisi Asia Timur IS oleh Abu Bakr al Baghdadi.

Walaupun terus dihantam serangan-serangan oleh militer di Sulu dan Basilan di wilayah Kepulauan Sulu dan Butig di Lanao del Sur, IS berkembang dari Mindanao Barat ke Maguindanao di wilayah daratan Mindanao. Mereka melancarkan berbagai serangan di seluruh Mindanao termasuk di Davao City, kampung halaman Presiden Rodrigo Duterte.

Pada 2 September 2016, IS mengebom pasar malam, yang mengakibatkan 15 tewas dan 70 terluka. Pemerintah telah menerima laporan intelijen pada minggu ketiga Agustus bahwa ISL telah merencanakan untuk mengebom Davao City tapi mereka tidak dapat menggagalkan operasi teroris tersebut.

Di awal Desember 2016, laporan intelijen menunjukkan bahwa kelompok itu sedang mempersiapkan rencana-rencana selanjutnya. Pada Desember 2016, Askali berjumpa dengan militan-militan lainnya di Maimbung, Sulu. Di antara yang dia jumpai adalah Edimar Isnain – yang terbunuh di Bohol – dan Amin Baco, seorang pimpinan teroris Malaysia. Pada Februari 2017, 28 militan Sulu bergabung secara sukarela dengan kelompok-kelompok yang akan melakukan serangan di wilayah daratan Mindanao.

Para militan-militan yang berpartisipasi di serangan di Bohol berasal dari tiga kelompok: IS Sulu, Ansarul Khilafah Philippines (AKP), dan Islamic State Lanao (ISL). Mereka bertolak dari Indanan, Sulu, dan singgah di Mindanao Tengah untuk menjemput militan-militan lain. Mereka mendarat 10 April di Inabanga, Bohol dengan menggunakan tiga perahu cadik bermotor dan menyamar sebagai nelayan.

Kemungkinan sasaran serangan gagal tersebut adalah resor-resor yang penuh dengan turis asing dan lokal yang sedang berlibur Paskah – atau konferensi tingkat tinggi (KTT) Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) yang dijadwalkan berlangsung di provinsi Bohol dalam minggu ini.

wantedposter.jpg

Poster daftar pencarian orang yang disebarkan oleh pihak berwenang Filipina ini menunjukkan foto tersangka yang tewas dalam serangan oleh militan di Bohol, Filipina Tengah, dan tersangka lainnya yang masih bebas, 11 April 2017. [Pemerintah Filipina]

Serangan

Pada 11 April jam 5.20 pagi waktu setempat, pasukan pemerintah dan pria-pria bersenjata yang mendarat menggunakan perahu itu terlibat dalam baku tembak. Pada awalnya, pasukan pemerintah mencurigai adanya “70 anggota ASG”. Pada jam 13.00, tentara dan polisi Filipina membunuh empat militan dan dua warga sipil yang terkait dengan kelompok tersebut. Selain itu, tiga tentara dan satu polisi juga tewas.

Askali, sang ketua kelompok penyerang, pernah kuliah teknik komputer di sebuah perguruan tinggi di Cebu. Dia pernah bertindak sebagai juru bicara ASG dalam kasus penculikan warga negara Jerman Stefan Okonek dan Henrike Dielen di Palawan di 2014. Askali juga terlibat dalam penculikan wartawan Yordania Baker Atyani dan dilatih untuk merakit bom oleh Umar Patek, pelaku bom Bali dan warga Malaysia Zulkifli bin Hir alias Marwan.

Salah satu dari beberapa militan yang berhasil melarikan diri adalah Joselito Melloria, alias Abu Alih, seorang anggota AKP. Lahir di Inabanga, Melloria beralih menjadi pemeluk Islam karena pernikahan dan berkemungkinan untuk meneruskan kepimpinan Tokboy di AKP. Begitu mendarat, Melloria menggunakan rumah ibu, bibi dan pamannya, Constancio dan Crisanta Petalco, yang juga terbunuh dalam baku tembak.

Akibat-akibatnya

Pada 9 April  2017, Kedutaan Besar AS di Manila mengingatkan warga negaranya untuk tidak melakukan perjalanan di wilayah “Visayas Tengah, yang termasuk provinsi-provinsi Cebu dan Bohol.” Aliansi intelijen yang dikenal sebagai “lima mata” atau “five eyes” sadar akan adanya ancaman. Menjelang Paskah, pasukan-pasukan dalam keadaan waspada namun kewaspadaan masyarakat adalah yang paling penting untuk mendeteksi dan menetralisir serangan itu.

Tanpa pasukan pemerintah yang menahan, mengisolasi dan menghilangkan kelompok pengancam di wilayah selatan, ancaman akan terus berkembang. Kapabilitas ISIS untuk menggunakan Bohol sebagai pijakan untuk menyasar Cebu atau target lain menunjukkan adanya ancaman yang terus berkembang.

Dengan merekrut para mualaf atau mereka yang pindah agama ke Islam di Visayas dan Luzon, pemerintah Filipina kawatir akan adanya serangan ke Metro Manila dan daerah-daerah lain di bagian utara dan tengah wilayah Filipina. Individu-individu seperti Melloria menawarkan tempat perlindungan di wilayah baru dan akses ke jaringan-jaringan sosial baru. Menjaga keamanan di sebuah negara kepulauan dengan 7.700 pulau terus menjadi sebuah tantangan. Diperkuat dengan aliran masuk uang tebusan dari berbagai pemerintah di Eropa dan perusahaan swasta, ASG dan ISIS mempunyai kemampuan untuk melakukan operasi teroris dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, operasi ISIS di Bohol menunjukkan adanya konvergensi kelompok-kelompok pengancam keamanan. Bila pemerintah dan masyarakat Filipina tidak merespon dengan cepat, Divisi Asia Timur ISIS ini akan sukses berkembang dan ISIS dapat mendeklarasikan berdirinya sebuah wilayat di Filipina. Pembentukan basis ISIS di Filipina tidak saja dapat menjadi ancaman domestik tapi juga ancaman wilayah dan internasional.

Rohan Gunaratna adalah Profesor Studi Keamanan di Sekolah Studi Internasional S Rajaratnam. di Universitas Teknologi Nanyang dan kepala Pusat Internasional untuk Kekerasan Politik dan Penelitian Terorisme di Singapura. Dia mewawancarai anggota kelompok-kelompok yang menjadi ancaman Filipina termasuk dari Kelompok Abu Sayyaf.

Opini yang diungkapkan dalam komentar ini adalah milik penulis dan bukan milik BeritaBenar.

Tampilan selengkapnya